I S S N  1979 - 5009   KILAS:  
English

Unduh.Torrent_!

  • Germany Anno Zero | 1948 | 78 menit | BW | Roberto Rosselini
  • La Strada | 1954 | 104 menit | BW | Federico Fellini
  • La Terra Trema | 1948 | 160 menit | BW | Luchino Visconti
  • Ladri di Biciclette | 1948 | 93 menit | BW | Vittorio de Sica

Torrent.Softwares_!

Torrent Client adalah sebuah aplikasi atau software yang memiliki kemampuan untuk merequest, mengunduh atau proses sharing lewat protokol BitTorrent. Contohnya adalah uTorrent, Azureus (Vuze), Transmission, BitTorrent ataupun BitComet. Setelah mengunduh berkas torrent di atas, gunakan torrent client sebagai media transfer antar file-nya. Di bawah ini adalah tautan untuk mendapatkan aplikasi tersebut.

software-bittorrent
software-transmission
software-utorrent
software-vuze

Klik di sini untuk info lanjut

Tokoh_!

abduh-aziz
alexis-tioseco
bronnt-industries-kapital
budi-darma
chaerul-umam
chris-marker
eric-rohmer
fernando-solanas
fritz-lang
garnet-hertz
ingmar-bergman
intan-paramadhita
jean-epstein
jean-luc-godard
jim-henson
jonas-mekas
jussi-parikka
komunitas-filem
von-trier
namjunepaik
nia-dinata
nicolas-echevarria
peter-scherkassky
rafael-rozendaal
riri-riza
slavoj-zizek
toshio-matsumoto

Video Mashup: Budaya Gubah-ulang PDF Cetak E-mail
Ditulis oleh Andang Kelana   
Kamis, 28 Januari 2010 18:33

Beberapa saat lalu, saya ditunjukkan video di situs Youtube. Sebuah video musik berjudul Metallica Tribute to Rhoma Irama. Hal yang mustahil untuk diharapkan, tapi semua berubah ketika melihat video ini. Berangkat dari situs Youtube, video konser Metallica di Big Day Out, 2004, Australia yang disiarkan [V] Channel lalu dicacah oleh seseorang beralias Looz (urbanchaosvideos.com) dan terunggah di Youtube pada 9 Juli, 20061. Metallica sedang membawakan lagu Frantic, singel kedua dan lagu pembuka pada album St. Anger (2003). Seseorang dengan alias Reknaonsiah kembali mengunggahnya, kini dengan susunan baru mengabungkan video Metallica tadi dengan lagu Rhoma Irama Stress. Hasil penggabungan itu menakjubkan, layaknya video konser Metallica tetapi dengan nuansa sedikit berbeda dan tentunya membuat tertawa. Apalagi penonton Youtube dari Indonesia.

Metallica menyanyikan lagu Rhoma Irama, Stress

mashup2

Video Mashup adalah sebuah cara untuk membuat berkas digital baru yang mengandung salah satu atau beberapa teks, gambar, suara, video atau animasi yang diambil dan digabung dari berbagai sumber  untuk membuat turunan berkas baru dengan mudah dan dalam waktu singkat. Video Mashup (juga ditulis sebagai Video Mash-up atau Video Remix) adalah video yang dihasilkan dari berbagai sumber multimedia yang ditampilkan sebagai sebuah videoklip lengkap, yang biasanya dibuat oleh sebuah komunitas dalam bentuk video humor atau parodi. Popularitas Video Mashup bertambah dengan adanya teknologi web 2.0 di industri internet, yang menyediakan sarana mudah untuk memperoleh sumber bahan dan untuk menampilkan video yang dihasilkan (www.adandu.com).

Berawal dari Music Mashup, menggabungkan lajur-lajur suara dan mengambilnya sekian detik dari suara asli, memotong lalu membuat komposisi baru dalam sebuah bentuk penggabungan antar suara menjadi lagu baru. Hal ini juga saya lakukan pada kisaran tahun 2002, ketika saya berniat membuat musik latar untuk video ‘main-main’ saya. Dengan membeli cd loop bank di mana ada ratusan potongan template suara yang dapat saya gunakan untuk membuat sebuah musik baru. Saya menggabungkanya dengan perangkat lunak Adobe Premiere dengan menggunakan fungsi penggabungan audio saja.

Girl Talk dalam gubah-ulang musik

Berkembang dengan perangkat lunak mashup, web 2.02 menjadi salah satu pemicu kegiatan ini. Dengan menggabungkan beberapa set data melalui internet untuk menciptakan sebuah entitas baru. Seperti yang dilakukan pada Google Map dengan membuat sebuah overlay misal "Ini Rumah Saya" dengan foto suasana yang menyertainya. Ataupun dengan Facebook selain sebagai situs jejaring sosial ia juga berfungsi sebagai sistem MROPG (Multi Role Online Playing Game) dan para pengiklan tentunya, berbagai aplikasi yang disediakan dan dapat digunakan dengan fungsi masing-masing.

Youtube, salah satu penyedia kepingan gambar video terbesar menjadi sumber utama para penggila mashup, mulai dari trailer filem, musik video, kartun, cheat game, tutorial-tutorial ataupun video yang sangat pribadi. Sebagian besar video-video mashup bersifat parodi walaupun ada beberapa yang mengunakannya sebagai medium berkesenian. Seperti contoh yang saya berikan di awal tulisan ini. Para pengguna Youtube menggunakan teknik video/audio trimming yang mudah untuk membuatnya, dan beberapa produsen telepon selular pun banyak yang menyediakan layanan aplikasi ini. Dan semuanya dapat dibuat dengan satu tangan.

mashup

Riset Videobase yang dilakukan oleh Forum Lenteng, salah satunya menggunakan video mashup untuk presentasi pameran. Menggabungkan banyak video bersumber dari Youtube dalam satu bingkaian besar, yang terbagi dalam belasan kotak-kotak tampilan video kecil untuk membuat sebuah karya baru. Sebagaimana dengan situs ini: asciimeo. Anda dapat melihat seluruh video di dunia dalam teks.

 

Hak Cipta?

Fair Use adalah bagian dari hukum hak cipta yang mengizinkan para pembuat baru, untuk mengutip materi berhak cipta tanpa mengajukan izin atau membayar kepada pemiliknya. Pengadilan memberi tahu kita bahwa fair use itu haruslah "transformatif"–memasukkan nilai-nilai ke sesuatu yang mereka ambil dan menggunakannya dalam kepentingan berbeda dari material asli. Jadi, ketika para pembuat membuat sebuah mashup­–katakanlah, The Ten Commandments, Ben Hur dan 10 Things I Hate About You, dan mereka membuatnya menjadi Ten Things I Hate About Commandments–mereka tidaklah mencuri. Mereka mengutip dengan maksud untuk membuat sebuah komentar baru dalam budaya populer, dan membuat sebuah entitas baru dari budaya populer.

lebih lanjut dalam fair use silahkan baca di sini.

Sayang sekali, kemunculan ini, budaya media partisipatoris berada dalam risiko, dengan praktik industri untuk mengendalikan pembajakan. Para pemilik media besar seperi NBC Universal dan Viacom, serta platform online seperti MySpace dan Veoh telah menyusun kebijakan dalam menyingkirkan material berhak cipta dalam situs online. Legal seperti halnya penyalinan ilegal semuanya dapat dengan mudah menghilang. Dan yang paling buruk, generasi baru pembuat media dapat tumbuh dengan perubahan bentuk dan memotong gagasan hak mereka sendiri sebagai pembuat.

 

Open Source Cinema: Buat videomu sendiri.

Open Source Cinema menyediakan layanan untuk membuat video online secara mandiri, menggubah-ulang media yang dimiliki dalam komputer, sama halnya dengan menggubah-ulang media orang lain dari berbagai lokasi seperti Youtube dan Flickr. Dan dalam situs ini pengguna juga dapat berhubungan dengan pengguna lain dengan mengirimkan pesan, berkomentar dalam hasil gubah-ulang, atau ikut serta dalam proyek yang telah dibuat pengguna lainnya.

Dalam situs ini tersedia banyak kepingan gambar yang berasal dari berbagai sumber, kepingan-kepingan gambar ini dapat diambil, digunakan, dicampur, dikomposisikan ulang untuk membuat karya baru secara online. RiP: A Remix Manifesto, sebuah dokumenter open source pertama di dunia. Aktivis web dan pembuat filem Brett Gaylor membuat dokumenter ini untuk mengeksplorasi konsep hak cipta di era Napster, Bit Torrent, dan pelbagai berkas peer-to-peer. Teknologi digital membuka sebuah ide ekonomi global yang tak terbayangkan sebelumnya. RiP menjelajahi para pencuri dan revolusioner yang beredar dalam perbatasan ini. Menghancurkan tembok antara pengguna dan produsen serta mempertanyakan "fair use", sang sutradara membagi kepingan gambar mentahnya di opensourcecinema.org untuk siapapun yang ingin menggubah-ulangnya. Video onlinenya dapat dilihat di sini.

Sebuah situs online dari bank kepingan gambar dengan aplikasi yang terintegral di dalamnya, Anda dapat membuat video anda sendiri, tidak harus merekamnya, pilih dan kombinasikan. Anda tinggal duduk menyalakan internet lalu pilih yang anda suka untuk dijadikan karya Anda sendiri. Sebuah terobosan yang mungkin baru dalam produksi video dan multimedia. Dan terakhir, tinggal pilih jalur Anda: kiri, kanan atau terbuka.

 

Sumber Lain:

Kunci Cultural Studies Center

Steps in making video mashups

 

 

 


1 Penelusuran video asli agak sulit di sini, tetapi di livemetallica.com menyediakan video-video yang dapat diunduh secara gratis, walaupun saya tidak menemukan video yang saya cari.

2 Web 2.0, adalah sebuah istilah yang dicetuskan pertama kali oleh O'Reilly Media pada tahun 2003, dan dipopulerkan pada konferensi web 2.0 pertama di tahun 2004, merujuk pada generasi yang dirasakan sebagai generasi kedua layanan berbasis web—seperti situs jaringan sosial, wiki, perangkat komunikasi, dan folksonomi—yang menekankan pada kolaborasi online dan berbagi antar pengguna. O'Reilly Media, dengan kolaborasinya bersama MediaLive International, menggunakan istilah ini sebagai judul untuk sejumlah seri konferensi, dan sejak 2004 beberapa pengembang dan pemasar telah mengadopsi ungkapan ini.

Hits
Comments
Add New Search
Renal Rinoza Kasturi  - HA..HA... Wah Bang Haji dapet life achievement   |125.161.133.xxx |2010-01-28 13:11:56
Seru-seru banyak sebelumnya gw liat video serupa kayak George W.Bush pidato kenegaraan dengan bahasa jawa dsb.
Pas penelusuran gw ternyata Gun's n Roses juga tribute buta Bang Haji begitu juga Linkin Park nah lo...
Write comment
Name:
Email:
 
Title:

3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."

 
More articles :

» Tentang Torrent

Saat ini, banyak sekali orang di seluruh dunia mengunduh musik dan filem dari web melalui P2P (Peer-to-Peer) ataupun BitTorrent. Dan sewajarnya industri melihatnya sebagai sebuah ancaman dan mencoba untuk membasminya, walaupun usaha itu tampaknya...

» Nicholás Echevarría: Mitos Sebagai Bentuk Kreativitas

Nicolás Echevarría adalah seorang sutradara, produser, dan sinematografer yang bergelut di dunia filem maupun televisi, membuat dokumenter dan filem-filem fiksi. Dia merupakan salah satu pembuat filem ternama di Meksiko. Dia mengawali karir...

» Tepian Sungai Ciujung (1): Jarak Kesadaran Ideologi Medium dan Integrasi Di Belakang Kamera

Jurnal Footage akan memuat artikel tentang video "Tepian Sungai Ciujung" dalam tiga bagian yang ditulis oleh Akbar Yumni. Ini adalah bagian pertama dari artikel tersebut. "I believe in equality for everyone, except reporters and photographers"-...

» Seni Video di New York: Sebuah Catatan Pengalaman

Di tengah bulan November (2009) yang dingin, saya berjalan menuju gedung Japan Society di tengah kota Manhattan, New York. Malam itu, Japan Foundation menjadi salah satu tuan rumah Performa Biennale, satu biennale seni performans terbesar di kota...

» Documemory: Khazanah Pustaka

A. Filem Dokumenter100 Années Lumière. Retrospéctive de l’oeuvre documentaire des grands cinéastes français de Louis Lumière jusqu’à nos jours. Paris: Ministère des affaires étrangères, 1991.Barnouw, Eric. Documentary: A History of the...

Kuotasi.Hari.Ini_:

"Sering kali, footage yang Anda ambil mengembangkan dinamikanya sendiri, gerak hidupnya sendiri, yang sama sekali tak terduga sehingga menjadi berbeda dari intensi awal pembuatan."

[Werner Herzog]

Statistik_!

Anggota : 523
Konten : 147
Jumlah Kunjungan Konten : 158792

Artikel.Lain_!

Rentjong Atjeh
Rabu, 22 Juli 2009

J.I.F SUPER SPECIAL PRODUCTION 1940"RENTJONG ATJEH"Serombongan bajak laut telah menyerang sebuah kapal layar, yang sedang berlayar di Selat Malaka. Dengan dikepalakan oleh Bintara (Bisoe), kawanan bajak itu telah merampas segala barang yang berharga...

Farah Wardani: Ini Situs Arsip Seni Rupa Pertama di Indonesia
Minggu, 23 Agustus 2009

Pada 19 Agustus 2009, Indonesia Visual Art Archive meluncurkan situs arsip seni rupa pertama di Indonesia. Namanya iclick.IVAA. Pada kesempatan itu, Jurnal Footage mewawancarai Farah Wardani, Direktur Eksekutif IVAA. Berikut hasil wawancara kami....

Dian Herdiany: Komunitas Video Harus Berjalan Mandiri
Senin, 21 Juli 2008

Berawal dari peristiwa gempa Yogyakarta yang mengenaskan  di tahun 2006, komunitas Kampung Halaman datang dan menawarkan program pemberdayaan masyarakat melalui video. Bidikannya muda-mudi. Pendekatannya yang unik membuat Kampung Halaman berhasil...

Dosa Asal Tak Berampun Dalam Catatan Historiografi Film Indonesia
Jumat, 13 November 2009

Resensi Buku Judul Buku: Sejarah Film 1900-1950: Bikin Film di JawaPenulis : H. Misbach Yusa BiranPenerbit : Komunitas Bambu & Dewan Kesenian JakartaTahun Penerbitan : Cetakan ke II, Agustus 2009Tebal Buku : xxxiv + 446 hlmPenulisan peta...

Sejarah Filem Sebagai Seni (2): Pengaruh Sandiwara
Rabu, 02 September 2009

Jurnal Footage akan memuat kembali tiga artikel tentang sejarah filem yang ditulis oleh tiga penulis berbeda: Herman Pratikto dan H. Asby (Indonesia) dan B.J. Bertina (Belanda) yang sudah diterjemahkan oleh majalah Aneka pada 1955. Tiga artikel ini...

Sejarah Filem Sebagai Seni (6): Mata yang Dapat Mendengar
Sabtu, 19 Desember 2009

ANEKA, No. 17 Tahun VI 10 Agustus 1955 (VI) Sutradara Fritz Lang yang termasyhur. Filemnya, Die Nibelungen: Kriemhelds Rache, disebut orang sebagai filem jenius dan citra pictural-nya dianggap sebagai mahakarya yang mempertanyakan ulang hakikat seni...

Jalan Tak Ada Ujung: Transaksi Kesepakatan Tanda
Senin, 24 November 2008

“Ada patokannya ga?”Empat kali pertanyaan ini diutarakan oleh si penelepon dalam video Jalan Tak Ada Ujung karya Maulana Adel Pasha. Pertanyaan yang begitu penting bagi si penelepon untuk menemukan rumah ‘itu’. Transaksi tanda pun terjadi....

Revolusi Mengalun Bagai Refrain Sebuah Lagu*
Kamis, 03 September 2009

*(atau kerap disebut juga dengan): Di Tengah Serba-Ketergantungan, Lahirlah Sinema Baru Filipina   Istilah independen pernah berarti sesuatu dalam sinema Filipina. Ia merujuk pada nama-nama besar seperti Rox Lee (animator), Raymond Red (sutradara...

Aminuddin TH Siregar: Kita Lebih Maju Ketimbang Negara Lain di Kawasan Asia Tenggara
Senin, 03 Agustus 2009

Kenapa mengambil tema komedi dalam penyelenggaraan OK. Video ke-4? Ada keyakinan bahwa memang  tema komedi zaman sekarang cocok dikeluarkan karena berkorelasi dengan kondisi sosial-politik yang sedang berlangsung di negara kita. Ada semacam upaya...

Membongkar Sinema pada Filem Outer Space Peter Tscherkassky
Kamis, 26 Agustus 2010

Masih mungkinkah sinema bisa dibicarakan di luar ‘cerita’ tanpa mengkait-kaitkannya dengan konteks sosialnya? Atau apa yang bisa kita lihat dari ‘dimensi luar’ pada estetika filem itu? Dua pertanyaan penting inilah yang mempertemukan saya...

Sejarah Filem Sebagai Seni (I)
Rabu, 19 Agustus 2009

Jurnal Footage akan memuat kembali tiga artikel tentang sejarah filem yang ditulis oleh tiga penulis berbeda: Herman Pratikto dan H. Asby (Indonesia) dan B.J. Bertina (Belanda) yang sudah diterjemahkan oleh majalah Aneka pada 1955. Tiga artikel ini...

Info Festival Film Purbalingga 2010: “Melihat Kita”
Sabtu, 22 Mei 2010

Pada penyelenggaraan Festival Film Purbalingga (FFP) keempat ini, FFP menghadirkan tema “Melihat Kita”. Melihat Kita adalah sebuah ajakan untuk melihat dan menilai kembali kejadian-kejadian di sekitar kita dalam aspek sosial dan budaya....

Toshio Matsumoto (1932-)
Rabu, 12 Agustus 2009

Jim Henson: Sutradara Filem Eksperimental, Bapak The Muppet Show dan Sesame Street
Selasa, 12 Januari 2010

(Temporarily available only in Bahasa Indonesia) Beberapa waktu lalu saya membuka sebuah situs jejaring seni media baru (new media arts) www.rhizome.org. Saat melihat dan membuka situs ini saya berhenti sejenak di sebuah video yang di-upload oleh...

Sepuluh Sutradara Sepuluh Tahun Reformasi
Kamis, 12 Juni 2008

Reformasi 1998 adalah sejarah penting dalam kehidupan berbangsa di Indonesia. Gelombang perubahan terjadi di mana-mana. Namun, setelah sepuluh tahun, apa yang bisa kita cerna?Pemutaran filem sepuluh tahun reformasi mencoba membuka ruang untuk...

Pamflet Sejarah Kita dalam Ruma Maida
Minggu, 08 November 2009

Ishak Pahing dalam perjalanannya di pesawat tertembak akibat berondongan peluru yang di muntahkan dari pesawat-pesawat tempur yang mengepung pesawat yang ia dan teman-temannya tumpangi dan akhirnya pun Ishak Pahing tertembak. Inilah pembuka filem...

Bilal: Dilema Kebebasan dan Fasisme Ideologi Punk
Kamis, 17 Juli 2008

Karya video Bilal (2006) merupakan karya pertama dan penting dari Bagasworo Aryaningtyas. Karya ini juga seakan menjadi penegasan identitas Bagasworo sebagai punker sejati. Karya-karya lanjutannya seperti Memanjakan Tubuh (2007) dan Lingkaran X...

Kenyataan Keseharian dalam Ladri di Biciclette
Kamis, 28 Agustus 2008

Pertanyaan-PertanyaanMalam ini adalah diam kesekian saya terhadap satu filem neorealisme Italia, Ladri di Biciclette (1948) yang dibuat oleh Vittorio de Sica dari naskah Cesare Zavattini. Saya tertegun dengan kepercayaan saya terhadap apa yang...

Pernyataan Politik Godard dalam La Chinoise
Kamis, 15 Januari 2009

(This article temporarily available only in Bahasa Indonesia) La Chinoise bisa dianggap semacam pamflet politik sekaligus pamflet artistik dalam bahasa sinema Jean-Luc Godard. Melalui adaptasi lepas dari novel Fyodor Dostoevsky tahun 1872, The...

Maulana 'Adel' Pasha: Di Masa Depan Video Akan Menggantikan Filem
Rabu, 11 Juni 2008

Persebaran video di dunia umumnya dan di Indonesia khususnya sangat pesat. Menurut sebuah penelitian, satu dari sepuluh orang Indonesia menggunakan video untuk berbagai kepentingan. Perkembangan teknologi telepon genggam berkamera semakin memudahkan...

Festival Terakhir dan Terburuk
Kamis, 12 Juni 2008

Fakultas Film dan Televisi Institut Kesenian Jakarta (IKJ) menggelar kembali Festival Film Penyutradaraan untuk kesepuluh kalinya. Apa yang beda? Selain tekanan tema yang menyoroti persoalan sosial, judul-judul kategorinya terasa sangat...

Prelinger Archives: Arsip Kehidupan Sehari-hari
Kamis, 03 Desember 2009

"Filem yang akan anda saksikan menampilkan sebuah terobosan signifikan dalam kemajuan ilmu pengetahuan dari gambar bergerak. Selama bertahun-tahun industri filem telah dijamin oleh biaya pemikiran kreatif dalam persiapan naskah, fotografi dan...

Sejarah Filem Sebagai Seni (8): Filem La Passion de Jeanne d’Arc yang Klasik
Senin, 19 April 2010

ANEKA, No. 20 Tahun VI 10 September 1955   (Artikel ini hanya dalam Bahasa Indonesia) Di tahun 1926, Dimitri Kirsanoff [1899 – 1957], seorang avantgarde berkebangsaan Rusia yang bekerja di Prancis memperkenalkan diri ke masyarakat melalui filem...

Perbincangan dengan Budi Darma
Selasa, 14 Juli 2009

Tahun 2008, Forum Lenteng mengadakan rangka kerja Cerpen Ke Filem, sebuah upaya untuk mengeksplorasi bahasa sastra ke dalam bahasa filem. Rangka kerja ini menghasilkan sembilan filem, yang sudah dipertontonkan ke khalayak umum. Di antara sekian...

La Hora de Los Hornos, Godard dan Solanas dalam Perbincangan
Kamis, 12 Agustus 2010

(Beberapa waktu lalu, Jurnal Footage  menemukan sebuah perbincangan antara Jean Luc Godard dengan Fernando Solanas—sutradara Argentina—dalam majalah online Indianauteur (www.indianauteur.com) yang dimuat pada 18 Juni 2010. Wawancara ini...

Ulang Tahun Ke-7 Forum Lenteng
Rabu, 14 Juli 2010

Selamat Ulang Tahun Ke-7 Forum Lenteng * * * 

Filem Pendek Sudah Mati, Tapi Tidak di Oberhausen
Minggu, 10 Mei 2009

(Hanya dalam Bahasa Indonesia) Selama 55 tahun festival filem pendek Oberhausen telah menjadi ajang bertemunya sutradara, distributor, pembeli dan peminat filem pendek dari seluruh dunia. Sebagai bekas kota industri, dengan tingkat pengangguran yang...

Experimentelle Deutsch-Indonesische Musikvideos
Senin, 26 Juli 2010

Pameran7-13 Agustus 2010 (hari Minggu tutup)Pukul 10.00-17.00 TempatGoetheHaus, JakartaJl. Sam Ratulangi No.9-15 Menteng, Jakarta PembukaanJumat, 6 Agustus 2010, pkl. 19.00 Videotalk bersama Anggun Priambodo (pembuat video musik) & Indra Ameng...

“Good Morning, Mr. Orwell” dan Perlawanan Nam June Paik Terhadap Televisi
Sabtu, 06 Maret 2010

“Television has been attacking us all our lives, now we can attack it back”. - Nam June Paik (1932-2006)   Pada tahun 1948 penulis Inggris George Orwell menulis “1984”, sebuah novel dystopian tentang kondisi sebuah negara totalitarian...

Komedi: Melepaskan Diri dari Kecemasan Sosial-Politik
Senin, 03 Agustus 2009

Pembukaan Ok.Video—4th Jakarta International Video Festival 2009 yang berlangsung di Galeri Nasional Indonesia, pada 28 Juli 2009, dipadati pengunjung. Malam itu, Hafiz, Direktur Festival, bersama-sama dengan Tubagus “Andre” Sukmana (Direktur...

Kronik_!

sejarah1
sejarah2
sejarah3
sejarah4
sejarah5
sejarah6
sejarah7
sejarah-filem-8

sejarah9
var02
var03
var04
var05
var06
var07
copyleft [2009-2010] jurnalfootage.net