I S S N  1979 - 5009   KILAS:  
English

Unduh.Torrent_!

  • Germany Anno Zero | 1948 | 78 menit | BW | Roberto Rosselini
  • La Strada | 1954 | 104 menit | BW | Federico Fellini
  • La Terra Trema | 1948 | 160 menit | BW | Luchino Visconti
  • Ladri di Biciclette | 1948 | 93 menit | BW | Vittorio de Sica

Torrent.Softwares_!

Torrent Client adalah sebuah aplikasi atau software yang memiliki kemampuan untuk merequest, mengunduh atau proses sharing lewat protokol BitTorrent. Contohnya adalah uTorrent, Azureus (Vuze), Transmission, BitTorrent ataupun BitComet. Setelah mengunduh berkas torrent di atas, gunakan torrent client sebagai media transfer antar file-nya. Di bawah ini adalah tautan untuk mendapatkan aplikasi tersebut.

software-bittorrent
software-transmission
software-utorrent
software-vuze

Klik di sini untuk info lanjut

Tokoh_!

abduh-aziz
alexis-tioseco
bronnt-industries-kapital
budi-darma
chaerul-umam
chris-marker
eric-rohmer
fernando-solanas
fritz-lang
garnet-hertz
ingmar-bergman
intan-paramadhita
jean-epstein
jean-luc-godard
jim-henson
jonas-mekas
jussi-parikka
komunitas-filem
von-trier
namjunepaik
nia-dinata
nicolas-echevarria
peter-scherkassky
rafael-rozendaal
riri-riza
slavoj-zizek
toshio-matsumoto

Transmission Asia Pacific 2008 PDF Cetak E-mail
Ditulis oleh Mirza Jaka Suryana   
Kamis, 12 Juni 2008 07:00

Bumi perkemahan itu terasa sangat dingin. Setiap sore atau malam hari, hujan menderas tak henti-henti. Padahal akhir bulan Mei menjelang, bulan yang seharusnya sudah memasuki musim kemarau. Kadang, serombongan kelelawar pun beterbangan. Satu atau dua ekor memasuki tenda rangka kerja. Tapi, sekitar 50 orang dari berbagai negara di belahan Asia-Pasifik itu tak surut bertemu. Mereka berbagi pengalaman dalam pertemuan Asia-Pasifik menyoal transmisi jaringan internet.

Transmission Asia-Pacific (TxAP) 2008 adalah sebuah pertemuan yang digagas oleh Engage Media dan Ruangrupa. Pertemuan ini berupaya membahas berbagai persoalan dalam transmisi jaringan internet untuk memfasilitasi kerjasama antara pembuat video, pengembang perangkat lunak dan produser laman. Pertemuan yang didukung oleh Hivos dan The Open Society Institute ini merupakan kelanjutan dari pertemuan tahun 2006 di Roma, Italia.

Tujuan utama dari pertemuan ini adalah untuk mencari kemungkinan mengembangkan distribusi video di dunia maya sebagai alat keadilan sosial dan demokrasi media. Tahun-tahun belakangan, prakarsa ini menyebar bagai jamur. Berbagai pengembangan teknologi seperti program video, sistem manajemen isi, RSS (Really Simple Syndication), p2p (peer to peer) dan perangkat lunak dilakukan. Selain itu prakarsa TxAP juga meningkatkan aktivisme multimedia melalui upaya peningkatan akses jangkauan gelombang. Teknologi-teknologi dan kerja-kerja ini disatukan dalam upaya demokratisasi akses distribusi video di tingkatan global, untuk menantang media penyiaran dominan serta bersuara di sekitaran isu-isu sosial dan lingkungan kritis.
Bumi Perkemahan Tanakita, Sukabumi, Indonesia adalah tempat pertemuannya. Di sini, setiap peserta pertemuan mengikuti rangka kerja dari tanggal 19-25 Mei 2008. Tenda Ubuntu, Debian, Theora dan Dirac (nama-nama program perangkat lunak bebas dan terbuka/FOSS), disiapkan untuk menggelar seluruh rangka kerja.
Untuk pertemuan besar, di mana melibatkan seluruh peserta, dipakai tenda Ubuntu. Di sini, terdapat proyektor video untuk presentasi dan pemutaran karya-karya video peserta. Debian merupakan tenda lab komputer, sedangkan Theora digunakan sebagai tempat pertemuan dalam satu sesi rangka kerja. Sebuah gazebo yang dinamai Dirac, digunakan untuk pertemuan-pertemuan kecil.
Selama pertemuan, para peserta dilengkapi dengan fasilitas internet nirkabel yang bisa digunakan di seluruh area bumi perkemahan Tanakita. Namun, bagi mereka yang tidak membawa komputer sendiri, tenda Debian dilengkapi dengan delapan komputer berinstalasi Linux. Fasilitas ini memudahkan peserta untuk berhubungan dengan dunia luar selama pertemuan berlangsung.

Lisensi dan Hak Cipta
Persoalan lisensi dan hak cipta menjadi dua masalah dasar dalam TxAP 2008. Hal ini mengemuka terutama bagi seniman yang seringkali terbentur masalah legalitas, saat mereka membuat dan mendistribusikan karya. Dalam salah satu sesi rangka kerja pembahasan legal, Namita, yang berasal dari Bangalore, India, memberikan alternatif hukum untuk mengatasi persoalan lisensi dan hak cipta. Menurutnya, selama ini lisensi dan hak cipta hanya menguntungkan perusahaan-perusahaan besar dunia. Microsoft atau YouTube, misalnya, menikmati kekayaan luar biasa dari lisensi dan hak cipta yang didapat dari pengguna produk-produk mereka. Dia mempertanyakan kembali persoalan penggandaan karya-karya seni. “Kenapa menggandakan disebut mencuri sedangkan yang asli tidak pernah muncul?” tanyanya.
Salah seorang peserta rangka kerja dari Bangladesh, Siraj, membuat analogi pencipta pertama yang tidak pernah meminta kekayaan atas karya yang dibuatnya. “Kalau Anda mau mematenkan sebuah karya, dan dengan paten itu Anda mendapatkan banyak uang, maka Anda telah lepas dari sejarah. Waktu lampu diciptakan Thomas Alfa Eddison, dia tidak pernah meminta uang dari hasil ciptaannya. Lalu kenapa perusahaan besar begitu keras menghukum orang yang membajak produk-produk mereka, yang sebenarnya tidak bisa juga disebut asli itu,” tegas Siraj.
Persebaran karya-karya video di jaringan internet menjadi persoalan mendesak yang harus dipecahkan. Sebagai media baru, internet merupakan solusi untuk memberikan alternatif persebaran karya yang luas dan interaktif bagi pembuat video. Namun, seringkali karena persoalan legalitas penggunaan perangkat lunak, para pembuat video kesulitan untuk menyebarkan karya-karya mereka. Meski berbagai perusahaan komersial menyediakan ruang bagi persebaran karya-karya, namun kenyataannya, seniman banyak dirugikan oleh perlakuan perusahaan besar tersebut. Untuk menjawab persoalan ini, Tiffany dan Chris, dua aktivis video dari Amerika Serikat dan Malaysia, melihat alternatif FOSS sebagai jalan keluar. Bagi mereka, FOSS memberikan kebebasan sebenarnya, di mana ia berbeda dengan kebebasan semu yang ditawarkan oleh perusahaan komersial besar. Dengan menggunakan perangkat FOSS, pembuat video tidak perlu takut lagi dihadapkan dengan persoalan legalitas perangkat yang mereka gunakan selama ini. Persoalan yang masih tersisa tinggal bagaimana pengembang FOSS mampu meyakinkan para pembuat video, bahwa produk hasil kembangannya tidak kalah bagus dari produk-produk perangkat lunak komersial.[]

Hits
Comments
Add New Search
Write comment
Name:
Email:
 
Title:

3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."

 

Kuotasi.Hari.Ini_:

"Sering kali, footage yang Anda ambil mengembangkan dinamikanya sendiri, gerak hidupnya sendiri, yang sama sekali tak terduga sehingga menjadi berbeda dari intensi awal pembuatan."

[Werner Herzog]

Statistik_!

Anggota : 523
Konten : 147
Jumlah Kunjungan Konten : 158860

Artikel.Lain_!

Sergei Eisenstein, Notes of a Film Director
Selasa, 19 Mei 2009

Sergei Eisenstein selalu dianggap sebagai figur terpenting dalam sejarah sinema. Dia benar-benar seorang yang mampu beradaptasi. Sutradara mahakarya Battleship Potemkin dan Alexander Nevsky, Eisenstein juga menulis esai panduan seni filem dan...

Arsip Kebudayaan Jonas Mekas
Kamis, 23 Juli 2009

“Di Lithuania, aku dikenal sebagai penyair, dan mereka tidak peduli tentang filem-filemku. Di Eropa, mereka tidak tahu tentang sajak-sajakku; di Eropa, aku adalah seorang sutradara filem. Tetapi di sini, Amerika Serikat, aku hanya menjadi seorang...

Realisme Sinematik dan Mazhab Pembebasan Italia
Jumat, 24 Oktober 2008

(This article is a translation and not available in english) Kepentingan historis filem Paisa Rossellini telah sepenuhnya diperbandingkan dengan sejumlah mahakarya filem klasik. Tanpa ragu, George Sadoul menyebutnya sejajar Nosferatu, Die...

Dian Herdiany: Komunitas Video Harus Berjalan Mandiri
Senin, 21 Juli 2008

Berawal dari peristiwa gempa Yogyakarta yang mengenaskan  di tahun 2006, komunitas Kampung Halaman datang dan menawarkan program pemberdayaan masyarakat melalui video. Bidikannya muda-mudi. Pendekatannya yang unik membuat Kampung Halaman berhasil...

Doa yang Mengancam: Potret Pergulatan Iman Kaum Subaltern
Kamis, 16 Juli 2009

Di blog pribadinya, Hanung Bramantyo menyebut filem Doa yang Mengancam memiliki pesan untuk bercermin diri. Menurutnya, filem ini bertema keikhlasan. Manusia menjadi bersahaja karena dirinya ikhlas. Ikhlas bukan aktivitas pasrah. Ikhlas adalah...

Experimentelle Deutsch-Indonesische Musikvideos
Senin, 26 Juli 2010

Pameran7-13 Agustus 2010 (hari Minggu tutup)Pukul 10.00-17.00 TempatGoetheHaus, JakartaJl. Sam Ratulangi No.9-15 Menteng, Jakarta PembukaanJumat, 6 Agustus 2010, pkl. 19.00 Videotalk bersama Anggun Priambodo (pembuat video musik) & Indra Ameng...

Komedi: Melepaskan Diri dari Kecemasan Sosial-Politik
Senin, 03 Agustus 2009

Pembukaan Ok.Video—4th Jakarta International Video Festival 2009 yang berlangsung di Galeri Nasional Indonesia, pada 28 Juli 2009, dipadati pengunjung. Malam itu, Hafiz, Direktur Festival, bersama-sama dengan Tubagus “Andre” Sukmana (Direktur...

Jalan Tak Ada Ujung: Transaksi Kesepakatan Tanda
Senin, 24 November 2008

“Ada patokannya ga?”Empat kali pertanyaan ini diutarakan oleh si penelepon dalam video Jalan Tak Ada Ujung karya Maulana Adel Pasha. Pertanyaan yang begitu penting bagi si penelepon untuk menemukan rumah ‘itu’. Transaksi tanda pun terjadi....

Prelinger Archives: Arsip Kehidupan Sehari-hari
Kamis, 03 Desember 2009

"Filem yang akan anda saksikan menampilkan sebuah terobosan signifikan dalam kemajuan ilmu pengetahuan dari gambar bergerak. Selama bertahun-tahun industri filem telah dijamin oleh biaya pemikiran kreatif dalam persiapan naskah, fotografi dan...

La Hora de Los Hornos, Godard dan Solanas dalam Perbincangan
Kamis, 12 Agustus 2010

(Beberapa waktu lalu, Jurnal Footage  menemukan sebuah perbincangan antara Jean Luc Godard dengan Fernando Solanas—sutradara Argentina—dalam majalah online Indianauteur (www.indianauteur.com) yang dimuat pada 18 Juni 2010. Wawancara ini...

House of Cards: Dari Kino Eye Ke Kino Brush
Selasa, 26 Januari 2010

Apa yang menarik dari sebuah videoklip? Seperti yang kita kenal selama ini, industri hiburan (musik) selalu menempatkan videoklip sebagai pelengkap untuk mempresentasikan penyanyi/grup musik yang mereka jual. MTV telah meraup keuntungan besar dari...

Film Nyai Siti Atau De Stem Des Bloeds (Suaranya Darah)
Jumat, 12 Juni 2009

(tersedia hanya dalam Bahasa Indonesia) Film Nyai Siti Atau De Stem Des Bloeds (Suaranya Darah)1Keluaran The Cosmes Film Corporation di BandungPanorama2, No. 175, 10 Juni 1930, Tahun ke 4Pada malam Minggu tanggal 22 Maret telah kita saksikan film...

Agama, Politik, dan Pemiskinan Sosial Sistematis Dalam Filem Los Olvidados
Selasa, 16 Desember 2008

Los Olvidados merupakan sebuah karya dari salah satu tokoh gerakan surealisme dunia, Luis Bunuel. Lahir di Spanyol, 22 Februari 1900 dan tumbuh dewasa di Meksiko, Bunuel menyelesaikan Los Olvidados pada 1950. Filem ini menjadi salah satu karya...

Benny Wicaksono: Surabaya Harus Mengejar Ketertinggalan
Selasa, 30 Juni 2009

(Temporarily Available Only in Bahasa Indonesia) Berawal dari mengejar "ketertinggalan", Globalappleworks dan Surabaya New Media Art Center, membuat sebuah festival video bertajuk VIDEO:WRK – Surabaya International Video Festival 2009. Festival...

Jim Henson: Sutradara Filem Eksperimental, Bapak The Muppet Show dan Sesame Street
Selasa, 12 Januari 2010

(Temporarily available only in Bahasa Indonesia) Beberapa waktu lalu saya membuka sebuah situs jejaring seni media baru (new media arts) www.rhizome.org. Saat melihat dan membuka situs ini saya berhenti sejenak di sebuah video yang di-upload oleh...

Paranormal Activity: Polusi Suara Menakutkan
Sabtu, 19 Desember 2009

Haxan, besutan sutradara Swedia, Christensen, merupakan filem horor dengan muatan sosial politik yang kental. Haxan tidak hanya menggambarkan ketakutan manusia pada soal-soal supranatural. Lebih dari itu, Haxan merupakan sebuah dokumenter historis...

Dua Sisi Penyelenggaraan Kompetisi Filem
Senin, 01 Desember 2008

Trauma terhadap tekanan kekuasaan dua negara fasis Jerman dan Italia dalam penyeleksian Festival Filem Venezia di akhir 1930an, Jean Zay, Menteri Pendidikan Prancis, memutuskan membuat festival yang diselenggarakan di Prancis. Pada waktu itu,...

Prima Rusdi: Satu Dekade Reformasi Bisa Percuma
Kamis, 12 Juni 2008

Untuk memperingati sepuluh tahun reformasi, Proyek Payung menggelar acara pemutaran sepuluh filem pendek dari sepuluh sutradara muda di Kineforum tanggal 12-20 Mei 2008. Sambutan penonton terbilang memuaskan. Apa dan kenapa Proyek Payung didirikan?...

Documemory: Khazanah Pustaka
Kamis, 04 Juni 2009

A. Filem Dokumenter100 Années Lumière. Retrospéctive de l’oeuvre documentaire des grands cinéastes français de Louis Lumière jusqu’à nos jours. Paris: Ministère des affaires étrangères, 1991.Barnouw, Eric. Documentary: A History of the...

Tak Ada Kejutan Dari Sang Pemimpi
Senin, 28 Desember 2009

Filem yang secara perdana dirilis sebagai pembuka pada penyelenggaraan Jakarta International Film Festival (Jiffest) 2009 ini telah ramai ditonton orang meski belum genap seminggu. Antusiasme penonton sangat terasa untuk menuntaskan rasa penasaran...

Ambivalensi Sikap Chaerul Umam
Rabu, 10 Maret 2010

Tarzan ke Kota dengan Cacat Logika Bawaan
Rabu, 17 Desember 2008

Filem berjudul Tarzan ke Kota dicap sebagai ulang-buat filem Tarzan Kota yang dibintangi aktor legendaris Indonesia, Benyamin Sueb dan disutradarai oleh L. Sudjio. Meski terdengar sama, Tarzan ke Kota merupakan filem yang dipertontonkan pertama kali...

Maklumat Filem Bersuara
Senin, 24 November 2008

(This article is a translation and not available in English)Mimpi akan filem bersuara sudah nyata. Dengan ditemukannya teknik filem bersuara, Amerika sudah lebih mendahului dengan mementingkan dan mempercepat pemanfaatannya. Dengan tujuan sama pula,...

Kekerasan dalam Filem: Sebuah Kritik pada Filem Kado Hari Jadi
Senin, 30 November 2009

Apa yang kita ketahui tentang kekerasan dalam kenyataan sehari-hari? Darah! Itulah bahasa yang paling gampang untuk memperlihatkan kekerasan dan kesadisan sebuah peristiwa. Ditambah dengan benda-benda yang berbau “darah” seperti pisau, obeng,...

Suatu Hari Kita Hanya Akan Mengenang Seluloid
Selasa, 12 Agustus 2008

Filem apa yang paling kamu ingat? Fiksi dan dokumenter: filem. Sampai waktu dua tahun lalu ketika saya keluar kamar untuk menonton filem The Mirror, karya Jafar Panahi, saya merasa telah teringatkan pada kategori untuk jenis-jenis filem yang sekian...

Toshio Matsumoto (1932-)
Rabu, 12 Agustus 2009

Arkeologi Seni Media
Sabtu, 24 April 2010

Percakapan antara Jussi Parikka dan Garnet Hertz Artikel asli berbahasa Inggris bisa dibaca di www.ctheory.netOriginal text in English on www.ctheory.net   Pendahuluan Arkeologi media merupakan suatu pendekatan studi media yang mengemuka sejak...

Dominasi Maskulin dalam Filem PPC
Selasa, 15 Juli 2008

Perempuan Punya Cerita. Sebuah Filem garapan empat sutradara perempuan muda Indonesia. Satu ulasan mengatakan bahwa filem ini lebih pantas berjudul "Perempuan Punya Derita” karena penderitaan tanpa-akhir yang dialami hampir semua tokoh perempuan...

Kronik_!

sejarah1
sejarah2
sejarah3
sejarah4
sejarah5
sejarah6
sejarah7
sejarah-filem-8

sejarah9
var02
var03
var04
var05
var06
var07
copyleft [2009-2010] jurnalfootage.net