I S S N  1979 - 5009   KILAS:  
English

Unduh.Torrent_!

  • Germany Anno Zero | 1948 | 78 menit | BW | Roberto Rosselini
  • La Strada | 1954 | 104 menit | BW | Federico Fellini
  • La Terra Trema | 1948 | 160 menit | BW | Luchino Visconti
  • Ladri di Biciclette | 1948 | 93 menit | BW | Vittorio de Sica

Torrent.Softwares_!

Torrent Client adalah sebuah aplikasi atau software yang memiliki kemampuan untuk merequest, mengunduh atau proses sharing lewat protokol BitTorrent. Contohnya adalah uTorrent, Azureus (Vuze), Transmission, BitTorrent ataupun BitComet. Setelah mengunduh berkas torrent di atas, gunakan torrent client sebagai media transfer antar file-nya. Di bawah ini adalah tautan untuk mendapatkan aplikasi tersebut.

software-bittorrent
software-transmission
software-utorrent
software-vuze

Klik di sini untuk info lanjut

Tokoh_!

abduh-aziz
alexis-tioseco
bronnt-industries-kapital
budi-darma
chaerul-umam
chris-marker
eric-rohmer
fernando-solanas
fritz-lang
garnet-hertz
ingmar-bergman
intan-paramadhita
jean-epstein
jean-luc-godard
jim-henson
jonas-mekas
jussi-parikka
komunitas-filem
von-trier
namjunepaik
nia-dinata
nicolas-echevarria
peter-scherkassky
rafael-rozendaal
riri-riza
slavoj-zizek
toshio-matsumoto

Tarzan ke Kota dengan Cacat Logika Bawaan PDF Cetak E-mail
Ditulis oleh Eko Yulianto   
Rabu, 17 Desember 2008 13:33

Filem berjudul Tarzan ke Kota dicap sebagai ulang-buat filem Tarzan Kota yang dibintangi aktor legendaris Indonesia, Benyamin Sueb dan disutradarai oleh L. Sudjio. Meski terdengar sama, Tarzan ke Kota merupakan filem yang dipertontonkan pertama kali pada 4 Desember, 2008.

Ensiklopedia Tarzan Indonesia menambah satu nama lagi. Selain Benyamin Sueb dan Mandra, kini sosok Ajul ‘Jiung’ melengkapi daftar pemeran tokoh manusia terbelakang yang tidak tersentuh gempita moderenisme. Sebagai aktor pendatang baru, Ajul ‘Jiung’ dipercaya memerankan tokoh Tarzan bersama-sama Sandra Dewi, Vincent Ryan Rompies, HIM Damsyik, Connie Sutedja, Reza Pahlevi, Mamo Ijo, Hamka De’Vito Siregar dan Rudi Sipit.

Cerita Tarzan garapan sutradara Reka Wijaya ini berkisah tentang hijrah Tarzan ke kota dengan bantuan Ratna (Sandra Dewi). Saat tiba di kota, Tarzan diburu oleh seorang penjahat bernama Master Mata Hitam (Mamahi), yang diperankan Vincent Ryan Rompies. Keduanya lalu terlibat pertempuran sengit. Namun, seperti kisah-kisah heroik lainnya, Tarzan berhasil melintasi seluruh rintangan dan hidup berbahagia.

tarzan 1

(gambar: www.tarzankota.com)

Filem ini diawali dengan kisah Ratna (Sandra Dewi), putri tunggal dari Pak Barkah bin Sadeli (Reza Pahlevi), seorang pengusaha dan ilmuwan kosmetik, menemani ayahnya pergi ke hutan. Tujuannya untuk mencari daun tapak monyet yang dipercaya berguna mencegah keriput. Mereka ditemani Tiga (Mamo), asisten Pak Barkah. Tokoh ini dipanggil Tiga karena selalu berbicara sebanyak tiga kali.

Ketika daun tapak monyet tersebut berhasil mereka temukan, Ratna diculik oleh Arde (Vincent Ryan Rompies) dengan bantuan dua anak buahnya, Kutil (Rudi Sipit) dan Tumpal (Hamka). Arde adalah putra tunggal Pak Hajat (HIM Damsyik) dan Bu Hajat (Connie Sutedja), pengusaha kosmetik saingan Pak Barkah. Arde berniat mengecoh Pak Barkah untuk meninggalkan hasil temuannya, agar ia dapat mencurinya. Maka, setelah diculik, Ratna disembunyikan dalam sebuah gua, yang lebih mirip sumur.

Namun, rencana Arde tidak berhasil sepenuhnya. Mobilnya mengalami kecelakaan ketika sedang menghindari kejaran Tiga. Dalam kejadian itu, Tiga mengira Ratna masih berada di dalam mobil dan meninggal dalam kecelakaan. Meski demikian, Pak Barkah tetap merasa anaknya masih hidup. Kenyataannya, Ratna memang tidak meninggal sebab ia disembunyikan dalam sebuah gua jauh sebelum kecelakaan terjadi. Di dalam gua tersebut, Ratna melihat lukisan-lukisan dinding seperti lukisan zaman purba. Ia menyusuri gua sampai ke ujung, ketika tiba-tiba mendengar suara dengkur orang tidur. Ratna berusaha mencari muasal suara dengan menaiki tumpukan beras dan terkejut ketika mendapati wujud seorang lelaki gondrong tak terawat yang sedang tidur pulas bersama seekor macan tutul. Ratna perlahan berusaha menuruni kembali tumpukan beras itu, namun ia jatuh terpeleset hingga akhirnya suara berisik membuat macan tidur tadi terbangun. Di sini adalah adegan pertama ketika Tarzan berbicara dengan macan tutul. Dalam gua itu, Ratna menemukan bermacam barang yang mengherankan bagi penonton. Ia menemukan bangkai pesawat terbang. Tidak jelas bagaimana, dan kenapa ada bangkai pesawat di dalam gua tersebut, namun yang pasti, visualisasi bangkai pesawat dalam gua di filem ini cukup membingungkan.

tarzan 3

(gambar: www.tarzankota.com)

 Sadar akan Ratna yang terluka, Tarzan mengobati lukanya dengan obat ramuan yang terbuat dari kotoran kerbau dan akar-akaran. Merasa aman, Ratna memberanikan diri berkenalan, tapi, Tarzan tidak mengerti bahasa manusia sehingga membuat mereka berdua berada dalam lingkar kebingungan. Proses komunikasi di antara mereka tidak berjalan dengan baik pada awalnya. Tapi miskomunikasi ini tidak berlangsung lama. Tarzan memperkenalkan diri dengan cara memukulkan dada empat kali seraya berkata, “TARZAN” yang diterima Ratna sebagai sebuah nama. Lalu, adegan-adegan membingungkan kembali tampak ketika ada adegan Tarzan yang menimpali nyanyian Ratna. Persoalannya, Tarzan sebelumnya tidak mengerti bahasa manusia sehingga jelas mengherankan kalau tiba-tiba Tarzan langsung dapat menimpali nyanyian Ratna.

Ketika Tarzan mengantarkan Ratna pulang ke Kota, kembali penonton dibuat bingung dengan logika yang dimainkan sang sutradara. Di sini, Tarzan terlihat mengantarkan Ratna dengan menumpaki seekor kuda. Semua binatang teman-teman Tarzan terlihat sedih atas kepergiannya, namun Tarzan berjanji untuk kembali dan membawakan mereka semua oleh-oleh. Ketika ingin berpamitan kepada teman-teman binatangnya, Tarzan menggunakan bahasa Sunda. Di sini, penonton tidak pernah mendapat informasi dari mana dan  sejak kapan Tarzan belajar menggunakan bahasa Sunda. Alasan sutradara menggunakan aksen Sunda untuk Tarzan saat berbicara kepada teman-teman binatangnya pun tampak kabur.

tarzan 2
(gambar: www.tarzankota.com)

Setibanya di kota, dimulailah petualangan Tarzan. Hidup di Kota temyata membuat Tarzan linglung. Seperti ketika seorang polisi menyetop dan menganjurkan Ratna dan Tarzan yang naik kuda memakai helm di jalan raya. Satu adegan yang mengingatkan orang pada sebuah iklan layanan masyarakat. Tarzan yang kikuk harus berkenalan dengan cara hidup dan peraturan-peraturan kota yang sangat berbeda dengan hutan tempat tinggalnya.

Keberadaan Tarzan di rumah Ratna diketahui oleh Arde yang selamat dari kecelakaan di hutan, namun sekarang wajahnya sudah tidak normal. Ia pun telah mengganti namanya menjadi Mamahi, atau Master Mata Hitam. Mamahi berusaha mendekati Tarzan untuk mendapatkan hewan-hewan liar seperti ular phyton kuning untuk dijadikan kado ulang tahun Pak Hajat dan dijadikan bahan kosmetik perusahaan Bapaknya. Ia berhasil menipu Tarzan, yang kemudian dimusuhi oleh sahabat-sahabatnya di hutan, karena dianggap telah menjual saudaranya sendiri pada orang kota demi kehidupan pribadinya. Akhirnya Tarzan kembali lagi ke kota untuk meminta maaf kepada Ratna dan meminta pertanggungjawaban Mamahi. Dalam adegan saat Tarzan meminta maaf kepada Ratna, Tarzan memanjat gedung apartemen Ratna. Sedikit keanehan muncul yang berhubungan dengan logika fungsional. Ketika Tarzan yang berada di luar gedung apartemen berbicara kepada Ratna, angin berhembus kencang meniup rambut Ratna yang berada di dalam apartemen. Kenapa angin tidak bertiup kencang di luar apartemen? Jelas ini suatu cacat logika. Bahkan, adegan ini menunjukkan cacat logika bawaan dari sang sutradara.

Filem berakhir dengan adegan Tarzan yang kembali ke hutan. Sebuah cerita biasa yang serupa dengan filem-filem heroik lainnya. Sang jagoan mengalahkan yang jahat. Alur filem ini sangat mengingatkan penonton pada beberapa filem Indonesia sebelumnya, yaitu Tarzan Kota-nya Benyamin Sueb, sinetron Tarzan yang dibintangi Mandra, filem Kabayan yang dibintangi Didi Petet, filem-filem Warkop DKI, serta iklan layanan masyarakat Departemen Perhubungan.

Hits
Comments
Add New Search
ananda  - Bagus   |125.164.239.xxx |2009-07-21 07:45:39
bagus
Jojon disko  - lucu-lucuan aj   |125.166.74.xxx |2009-01-13 16:09:39
mmmmmmm....
cuma mo ngramein aj sih...!!
kopi paste itu lagi tren brai...
apa lagi kopi darat..
tapi jangan sampe jadi buaya darat..
yang namanya plagiat dan tiru-meniru itu hal biasa dalam dunia persilatan..
hari ini ada filem tarzan ke kota..
mungkin besok ada filem mendadak tarzan..
atau juga mengejar Tarzan...
yang jadi permasalahan adalah..mental kopi paste itu yang kadang gak bisa diterima...ya mungkin hanya sang kritikus yang super inteleklah yang mampu menilai filem ini layak tonton atau tidak....
cuma klo gw sih tetep dukung Kopi paste sebagai tren 2009...
hehehehehehhehehhehehee....
arjunapulangkeindonesia  - dikit aja   |202.150.92.xxx |2008-12-28 12:12:16
pengulangan ya? mmm... saya pikir tak masalah jika ia mewakili zamannya. ok, sekarang ada hiburan tarzan kota yang baru. tapi buat saya hiburan yang lebih seru adalah nonton manusia kera di mall grage cirebon. atau nonton tarzan x yang lebih dari sekedar hiburan. hidup hiburan.
ari dina ya dino   |114.58.127.xxx |2008-12-27 18:15:09
Waduh, review-nya, lu emang udah nonton ya?
Gue sih berpikir kalo buat film re-make ya jangan nyari aktor yang dimirip-miipin ya
atau cerita yang dimirip-miripin.
Bikin interpretasi ulang, yang out of the box, mungkin akan lebih seru.
maling  - disimak   |125.161.133.xxx |2008-12-22 08:15:42
menyambung apa yang ditulis sama hamba film, pertama : biarin aja majalah online ini ngomong dan ngomel, karena hak setiap individu boleh melakukannya, kedua : tentang tarzan ... hidup film indonesia, paling ngga ini film beda, dan bisa bikin para kritikus yang ngga pinter jadi pada kelihatan pinter !
polisi  - dicerna   |114.121.10.xxx |2008-12-23 23:27:01
ya setuju, HIDUP FILM INDONESIA! kalau emang beda kenapa ga bikin tulisan aja yang baru kirim deh ke redaksinya. biar balesannya lebih "intelek". tulis dong apa bedanya, dan kenapa bisa bikin para kritikus yang nggak pinter jadi pada kelihatan pinter! pasti ada alasan kenapa penulis ini ngebahas beberapa hal tentang logika gambar. kalo emang ga bodoh ya tulis aja, kirim. kalo enggak tulis di web sendiri. enak kan, kritik yang "intelek". tulis apa bedanya sama Tarzan Kota-nya Benyamin, misalnya karna si penulis kan belom banyak bahas tuh. bahas aja, kali aja bisa bikin yang nulis ini jadi cerah sedikit. gimana?
trus film indonesianya sendiri, apa yang bikin beda dari film Tarzan Ke Kota dengan film-film Indonesia yag lainnya? segi cerita? ide? tampilan? kemasan? bintangnya? lokasinya? budgetnya? produksinya? atau yang paling penting wacananya? coba deh dibales pake tulisan yang lebih oke dari si kritikus ini. yah paling nggak yang bisa kelihatan pinter lah. gimana,
gimana?
hamba film   |125.161.137.xxx |2008-12-18 02:25:48
saya banyak berharap pada majalah online satu ini setelah membaacanya...sampai saya membaca artikel tentang film tarzan kota ini...lho kok jadi kaya majalah2 film di indonesia pada umumnya ya?sekedar menceritakan alur sambil sedikit2 protes. mana footage? ayolah...
Write comment
Name:
Email:
 
Title:

3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."

 
More articles :

» Pemandangan Piknik

{flvremote}http://prod-flv.engagemedia.org//forumlenteng/videos/02_pemandangan_piknik-1cd38638253243892071eaa5b831342d.flv{/flvremote}"Pernahkah anda membayangkan duduk di atas sebuah kendaraan umum ini? Pemandangan apakah yang anda dapatkan, ketika...

» Dominasi Maskulin dalam Filem PPC

Perempuan Punya Cerita. Sebuah Filem garapan empat sutradara perempuan muda Indonesia. Satu ulasan mengatakan bahwa filem ini lebih pantas berjudul "Perempuan Punya Derita” karena penderitaan tanpa-akhir yang dialami hampir semua tokoh perempuan...

Kuotasi.Hari.Ini_:

"Sering kali, footage yang Anda ambil mengembangkan dinamikanya sendiri, gerak hidupnya sendiri, yang sama sekali tak terduga sehingga menjadi berbeda dari intensi awal pembuatan."

[Werner Herzog]

Statistik_!

Anggota : 519
Konten : 146
Jumlah Kunjungan Konten : 157444

Artikel.Lain_!

Toshio Matsumoto (1932-)
Rabu, 12 Agustus 2009

Filem Si Tjonat: Keluaran Pertama dari Jakarta Motion Picture Company
Senin, 01 September 2008

(This article is only available in Bahasa Indonesia) Ketika di tahun 1903, suratkabar Perniagaan [Kabar Perniagaan, 1903-1930], yang dahulu diterbitkan sebagai suratkabar khusus iklan, pimpinan F. D. J. Pangemanann— pada masa itu berisi...

Tepian Sungai Ciujung (2): Siasat Etis dalam Narasi dan Wawancara
Selasa, 16 Februari 2010

Jurnal Footage akan memuat artikel tentang video "Tepian Sungai Ciujung" dalam tiga bagian yang ditulis oleh Akbar Yumni. Ini adalah bagian kedua dari artikel tersebut.   Belum ada pikiran yang mardika jika mediumnya tidak memardikakan. Mungkin...

Chris Marker: Dalam Ingatan Teknologi Baru
Jumat, 12 Juni 2009

1. Ingatan KakuSaya ingat membicarakan filem cerita mutakhir Chris Marker, Level Five (1996), dengan seorang teman saat pertama kali filem itu keluar. Pada umumnya ia terkesan, tapi gundah oleh istilahnya sendiri: “pandangan seorang tua atas...

Antichrist: Teologi Visual Lars Von Trier
Rabu, 19 Mei 2010

Lars von Trier adalah sutradara filem menggairahkan yang terkadang memojokkan penontonnya sampai ke sudut memalukan. Ia juga seorang maestro teologi visual. Antichrist (2009) garapannya merupakan antitesis filem gempita tak bermutunya Mel Gibson,...

Orkestrasi Filem Bisu di Gedung Kesenian Jakarta
Kamis, 12 Juni 2008

Awalnya, filem bisu hanya diiringi oleh pemain piano tunggal sebagai pengisi suara. Kemudian, dalam perkembangannya, filem bisu diiringi oleh musik orkestra. Gubahan-gubahan orkestra terbaru pun dipertunjukkan.Rabu lalu, 14 Mei 2008, sebuah ensembel...

Festival Terakhir dan Terburuk
Kamis, 12 Juni 2008

Fakultas Film dan Televisi Institut Kesenian Jakarta (IKJ) menggelar kembali Festival Film Penyutradaraan untuk kesepuluh kalinya. Apa yang beda? Selain tekanan tema yang menyoroti persoalan sosial, judul-judul kategorinya terasa sangat...

Info Festival Film Purbalingga 2010: “Melihat Kita”
Sabtu, 22 Mei 2010

Pada penyelenggaraan Festival Film Purbalingga (FFP) keempat ini, FFP menghadirkan tema “Melihat Kita”. Melihat Kita adalah sebuah ajakan untuk melihat dan menilai kembali kejadian-kejadian di sekitar kita dalam aspek sosial dan budaya....

Video: The New Wave
Kamis, 31 Desember 2009

Menelisik Genealogi Seni Video Dunia   Perkembangan seni video di Indonesia dalam sepuluh tahun terakhir sangat menggembirakan. Berbagai gelaran seni rupa telah memasukkan seni video sebagai bagian dari pameran seni kontemporer. Bahkan seni video...

Paranormal Activity: Polusi Suara Menakutkan
Sabtu, 19 Desember 2009

Haxan, besutan sutradara Swedia, Christensen, merupakan filem horor dengan muatan sosial politik yang kental. Haxan tidak hanya menggambarkan ketakutan manusia pada soal-soal supranatural. Lebih dari itu, Haxan merupakan sebuah dokumenter historis...

Revolusi Mengalun Bagai Refrain Sebuah Lagu*
Kamis, 03 September 2009

*(atau kerap disebut juga dengan): Di Tengah Serba-Ketergantungan, Lahirlah Sinema Baru Filipina   Istilah independen pernah berarti sesuatu dalam sinema Filipina. Ia merujuk pada nama-nama besar seperti Rox Lee (animator), Raymond Red (sutradara...

Aminuddin TH Siregar: Kita Lebih Maju Ketimbang Negara Lain di Kawasan Asia Tenggara
Senin, 03 Agustus 2009

Kenapa mengambil tema komedi dalam penyelenggaraan OK. Video ke-4? Ada keyakinan bahwa memang  tema komedi zaman sekarang cocok dikeluarkan karena berkorelasi dengan kondisi sosial-politik yang sedang berlangsung di negara kita. Ada semacam upaya...

Transmission Asia Pacific 2008
Kamis, 12 Juni 2008

Bumi perkemahan itu terasa sangat dingin. Setiap sore atau malam hari, hujan menderas tak henti-henti. Padahal akhir bulan Mei menjelang, bulan yang seharusnya sudah memasuki musim kemarau. Kadang, serombongan kelelawar pun beterbangan. Satu atau...

Arkeologi Seni Media
Sabtu, 24 April 2010

Percakapan antara Jussi Parikka dan Garnet Hertz Artikel asli berbahasa Inggris bisa dibaca di www.ctheory.netOriginal text in English on www.ctheory.net   Pendahuluan Arkeologi media merupakan suatu pendekatan studi media yang mengemuka sejak...

Sekarang, Filem Pendek (Tidak) di Tangan Konfiden
Senin, 23 November 2009

Waktu akan tetap memperhatikannya (Konfiden-red.), konsistensi dan keseriusannya akan teruji, sejauhmana bisa bertahan dengan visi yang ada. Demikian juga sejauhmana jika terjadi perkembangan yang membuat para aktivisnya bisa bertahan pada visi...

Sejarah Filem Sebagai Seni (7): Menara Gading
Rabu, 20 Januari 2010

ANEKA, No. 17 Tahun VI 10 Agustus 1955 (VI) Dalam perkataan filem mutlak terselit sesuatu yang 100%. Obyeknya sendiri menjadi gejala tulen atas kenyataan sebenarnya yang menjadi citra sederhana dan kenyataan yang ada menjadi impresi. Citra yang...

Jermal dan Totalitas Neorealisme
Senin, 06 Juli 2009

(Sementara tersedia hanya dalam Bahasa Indonesia) Filem Jermal meneguhkan kembali kaidah-kaidah neorealisme. Filem cerita panjang kedua yang disutradarai Ravi Bharwani bersama Rayya Makarim, Utawa Tresno dan diproduseri oleh Orlow Suenke ini...

Membaca Isyarat Tak Terpahami Michael Haneke
Jumat, 03 Oktober 2008

Michael Haneke mungkin menjadi sutradara paling menarik untuk dicermati dalam sejarah sinema kontemporer. Lahir tahun 1942 di Muenchen, Haneke tumbuh di pinggiran kota Austria, Wiener Neustadt. Belajar psikologi, filsafat dan teater di Universitas...

Dian Herdiany: Komunitas Video Harus Berjalan Mandiri
Senin, 21 Juli 2008

Berawal dari peristiwa gempa Yogyakarta yang mengenaskan  di tahun 2006, komunitas Kampung Halaman datang dan menawarkan program pemberdayaan masyarakat melalui video. Bidikannya muda-mudi. Pendekatannya yang unik membuat Kampung Halaman berhasil...

Alex Sihar: Tantangan Membuat Bahasa Video Untuk Lebih Dikenal
Minggu, 23 Agustus 2009

Tahun 2009 ini, Yayasan Konfiden, sebuah yayasan yang bergerak di bidang pengembangan, penyebarluasan pengetahuan dan pemanfaatan media audio visual bagi kepentingan pemberdayaan, peningkatan apresiasi dan dukungan atas inisiatif masyarakat kembali...

Menilai 3 Doa 3 Cinta Melalui Mata Penonton
Senin, 26 Januari 2009

“Demi masa depan, aku harus tinggalkan. Ah…abang, demi cita-cita…” Ini adalah salah satu potongan lirik lagu dangdut yang dinyanyikan Dian Sastrowardoyo saat berperan sebagai Dona Satelit di filem 3 Doa 3 Cinta. Goyang pinggul dan riasan...

Bilal: Dilema Kebebasan dan Fasisme Ideologi Punk
Kamis, 17 Juli 2008

Karya video Bilal (2006) merupakan karya pertama dan penting dari Bagasworo Aryaningtyas. Karya ini juga seakan menjadi penegasan identitas Bagasworo sebagai punker sejati. Karya-karya lanjutannya seperti Memanjakan Tubuh (2007) dan Lingkaran X...

Ideologi dan Fantasi (Slavoj Žižek #01)*
Kamis, 29 Juli 2010

PENDAHULUAN Bayangkan diri kita berada dalam situasi standar kecemburuan khas chauvinisme pria: tiba-tiba saja, saya mendapati pacar saya berhubungan seks dengan pria lain. Oke, tak masalah, saya seorang pria yang rasional, toleran, saya bisa...

Maklumat Filem Bersuara
Senin, 24 November 2008

(This article is a translation and not available in English)Mimpi akan filem bersuara sudah nyata. Dengan ditemukannya teknik filem bersuara, Amerika sudah lebih mendahului dengan mementingkan dan mempercepat pemanfaatannya. Dengan tujuan sama pula,...

Fritz Lang dan Ekspresionisme Jerman
Kamis, 12 Juni 2008

Fritz Lang adalah salah seorang sutradara terpenting dalam sejarah filem dunia. Sebagai wakil ekspresionis di tahun 1920an, dia telah membuat banyak filem bisu berkualitas. Akibat represi partai Nazi Jerman, dia pun beremigrasi ke Amerika Serikat....

Tepian Sungai Ciujung (1): Jarak Kesadaran Ideologi Medium dan Integrasi Di Belakang Kamera
Jumat, 05 Februari 2010

Jurnal Footage akan memuat artikel tentang video "Tepian Sungai Ciujung" dalam tiga bagian yang ditulis oleh Akbar Yumni. Ini adalah bagian pertama dari artikel tersebut.   "I believe in equality for everyone, except reporters and photographers" -...

Ariani darmawan: Bioskop Independen sebagai Perlawanan
Selasa, 12 Agustus 2008

Bioskop independen hadir sebagai bentuk perlawanan dari bioskop-bioskop kebanyakan. Tapi apa sebenarnya yang dilawan? Mungkin saja tidak ada yang dilawan, sebab membicarakan perlawanan dalam filem-filem yang sering disebut independen di Indonesia...

Maulana 'Adel' Pasha: Di Masa Depan Video Akan Menggantikan Filem
Rabu, 11 Juni 2008

Persebaran video di dunia umumnya dan di Indonesia khususnya sangat pesat. Menurut sebuah penelitian, satu dari sepuluh orang Indonesia menggunakan video untuk berbagai kepentingan. Perkembangan teknologi telepon genggam berkamera semakin memudahkan...

Documemory: Khazanah Pustaka
Kamis, 04 Juni 2009

A. Filem Dokumenter100 Années Lumière. Retrospéctive de l’oeuvre documentaire des grands cinéastes français de Louis Lumière jusqu’à nos jours. Paris: Ministère des affaires étrangères, 1991.Barnouw, Eric. Documentary: A History of the...

Kronik_!

sejarah1
sejarah2
sejarah3
sejarah4
sejarah5
sejarah6
sejarah7
sejarah-filem-8

sejarah9
var02
var03
var04
var05
var06
var07
copyleft [2009-2010] jurnalfootage.net