I S S N  1979 - 5009   KILAS:  
English

Unduh.Torrent_!

  • Germany Anno Zero | 1948 | 78 menit | BW | Roberto Rosselini
  • La Strada | 1954 | 104 menit | BW | Federico Fellini
  • La Terra Trema | 1948 | 160 menit | BW | Luchino Visconti
  • Ladri di Biciclette | 1948 | 93 menit | BW | Vittorio de Sica

Torrent.Softwares_!

Torrent Client adalah sebuah aplikasi atau software yang memiliki kemampuan untuk merequest, mengunduh atau proses sharing lewat protokol BitTorrent. Contohnya adalah uTorrent, Azureus (Vuze), Transmission, BitTorrent ataupun BitComet. Setelah mengunduh berkas torrent di atas, gunakan torrent client sebagai media transfer antar file-nya. Di bawah ini adalah tautan untuk mendapatkan aplikasi tersebut.

software-bittorrent
software-transmission
software-utorrent
software-vuze

Klik di sini untuk info lanjut

Tokoh_!

abduh-aziz
alexis-tioseco
bronnt-industries-kapital
budi-darma
chaerul-umam
chris-marker
eric-rohmer
fritz-lang
garnet-hertz
ingmar-bergman
intan-paramadhita
jean-epstein
jim-henson
jonas-mekas
jussi-parikka
komunitas-filem
von-trier
namjunepaik
nia-dinata
nicolas-echevarria
rafael-rozendaal
riri-riza
toshio-matsumoto

Mengenal Biang Sinema Avant-garde PDF Cetak E-mail
Ditulis oleh Hafiz   
Rabu, 18 November 2009 14:21

Jean Epstein (1897-1953)

vlcsnap3015890rj9

Jean Epstein adalah salah satu sutradara penting era filem bisu dalam Sinema Prancis, yang juga dikenang sebagai teoritisi sinema, seperti tulisannya Ecrits sur le cinema yang menguji dampak filosofis dalam filem. Karya-karya Epstein dianggap salah satu pencetus gerakan filem avant-garde, dengan kekuatan visual baru dan teknik-teknik yang inovatif. Teknik close-up, tumpang tindih gambar, dan tanpa adegan yang bekelanjutan secara naratif sangat mempengaruhi sinema dunia dalam beberapa dekade. Kreatifitas Epstein dapat dilihat pada karyanya seperti La chute de la maison Usher (The Fall of the House of Usher), 1928 dan Coeur Fidèle (1923), menyodorkan transisi artistik signifikan diantara eksperimen alamiah dalam filem-filem bisu dan pergerakan Nouvelle Vague (New Wave) pada 1960an di Prancis.

Jean Epstein lahir sebagai keturunan Yahudi di Warsawa. Saat ayahnya meninggal pada 1908, keluarganya pindah ke Swiss dimana ia menempuh pendidikan sekolah menengahnya. Ia kuliah di Lyon, Prancis dan menerima gelar dalam bidang medis. Di Lyon inilah ia bertemu dengan bapak sinema dunia Auguste Lumière. Epstein sangat terinspirasi oleh karya-karya Charlie Chaplin dan D.W. Griffith. Epstein dan Lumière kemudian mendirikan jurnal filem Le Promenoir, pada 1920an. Tahun berikutnya, Epstein menerbitkan Bonjour Cinema (Halo Sinema), sebuah risalah puisi, fotografi dan analisa relatifitas media baru dalam seni filem. Filem pertama Epstein, Pasteur (1922) —sebuah biografi tentang ilmuwan Louis Pasteur— yang mendapatkan respon positif dari publik. Epstein memutuskan mendirikan sebuah rumah produksi sendiri Les Films Jean Epstein. Dalam waktu singkat, ia menghasilkan sejumlah film seperti The Fall of the House of Usher dan La Glace à Trois Faces (1927). Kemudian ia pindah memproduksi filem pendek dan dokumenter di Inggris sejak ditemukannya teknologi suara dalam filem.

Pada awal Perang Dunia II, Epstein dan adiknya ditangkap oleh Gestapo, tapi mereka tidak dideportasi. Saat pendudukan Jerman di Prancis, ia bekerja untuk Palang Merah dan mengasah kemampuan menulisnya. Pada 1947, ia kembali ke Inggris di mana ia mengakhiri karirnya dengan beberapa filem yang diakui secara kritis seperti Le Tempestaire (1947) —sebuah filem tentang kisah seorang nelayan Prancis. Epstein terus menulis dan berhenti membuat filem tak lama kemudian. Pada tahun 1953, ia meninggal karena pendarahan otak.

Filem pertama Epstein, Pasteur (1922) adalah biografi yang tidak menampilkan inovasi-inovasi sinematik seperti filem-filem sesudahnya. Ada Coeur Fidèle (1923), sebuah kisah cinta segitiga yang sangat inovatif yaitu menggunakan non-sekuensial dalam urutan waktu dan mempermainkan flash back dalam filem. Ia menempatkan kamera di komidi putar untuk menghasilkan gambar-gambar yang memusingkan. Ini adalah penemuan yang mengejutkan yang juga digunakan pada karyanya yang lain seperti Mauprat (1926) yang dianggap sebagai pendahulu dari karya sejenis seperti filem-filem sutradara Spanyol Luis Buñuel —yang ikut membantu Epstein di awal kerja sinemanya. Namun, penggunaan visual surealis dan eksperimental dari karya-karyanya cukup membuat Epstein dan Buñuel tidak dapat diterima di kalangan art scene. Salah satu karya Epstein yang dianggap sangat filem, La Glace à Trois Faces (1927)–menceritakan tentang seorang pemuda dengan tiga gundik. Pemuda itu tiba-tiba mati, para gundiknya menggambarkannya dengan cara yang berbeda dari tiga orang perempuan yang berbeda pula. Filem ini mentasbihkan penemuan visual tumpang tindih dengan gambar close-up yang merupakan teknik yang paling disukai oleh Epstein. The Fall of the House Of Usher (1928), berdasarkan cerita pendek Edgar Allan Poe. Sebuah kisah tentang seorang seniman yang melukis potret istrinya yang kemudian saat bekerja, ia jatuh sakit.

Karya-karya Epstein banyak menginspirasi sutradara-sutradara besar kemudian hari, dengan penemuan-penemauan bahasa filemnya seperti; teknik pencahayaan, kilas balik, dan gerakan lambat dalam sinema. Film pertamanya yang bergaya surealis Andre Breton, Finis Terrae (1929) dianggap sebagai sebuah dokumenter dengan teknik kamera yang sangat inovatif. Le Tempestaire (1947) dianggap oleh banyak kritikus sebagai puncak karya seniman ini dengan terknik eksperimental. Dalam filem ini, Epstein menolak romantisme dan kesia-siaan dalam visual yang dilakukan oleh Hollywood, sebuah pikiran filosofis yang selalu ada dalam setiap aktifitas seninya.

Meskipun Epstein tidak cukup dikenal saat ini, para pembuat filem dengan gaya estetika modernis sangat berhutang kepadanya. Munculnya gerakan avant-garde dalam filem adalah bagian dari jasa Epstein. Filem-filemnya sangat jarang dipertunjukan. Namun, filem-filemnya memberikan warna baru dalam memodernisasi bahasa filem.

Jasa Epstein merupakan penanda bagi bahasa sinema kontemporer. Ia dikenang sebagai seorang sutradara besar, dan teoritisi yang berusaha meneliti hubungan antara penonton dan layar.

Sumber tulisan dan video dari www.ubuweb.com

Hits
Comments
Add New Search
Write comment
Name:
Email:
 
Title:

3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."

Terakhir Diperbaharui: Rabu, 10 Maret 2010 21:37
 

Musikvideo-poster

lossofthereal-fotoage

Kuotasi.Hari.Ini_:

"Sering kali, footage yang Anda ambil mengembangkan dinamikanya sendiri, gerak hidupnya sendiri, yang sama sekali tak terduga sehingga menjadi berbeda dari intensi awal pembuatan."

[Werner Herzog]

Statistik_!

Anggota : 420
Konten : 145
Jumlah Kunjungan Konten : 136847

Artikel.Lain_!

Under The Tree: Gagalnya Garin Dalam Menolak Monisme Moderenitas
Senin, 28 Desember 2009

Gelaran Jakarta International Film Festival (Jiffest) 2009 tahun ini disemarakkan oleh seksi Indonesian Feature Film Competition (IFFC) yang memperlihatkan kelayakan kualitas filem nasional di tingkat internasional. Dalam IFFC ini diseleksi...

Teater yang Difilemkan
Rabu, 09 September 2009

Jurnal Footage kembali menampilkan seri wawancara antara Eric Rohmer dan Barbert Schoeder mengenai Isu Filem dan Kisah-kisah Moral. Ini adalah bagian kedua dari seri wawancara Eric Rohmer dan Barbert Schoeder. Filem berikut kita ialah My Night at...

Nonton dan Diskusi di KINOKI Jogja
Kamis, 12 Juni 2008

Nama ini diambil dari sebuah komunitas yang didirikan di Rusia tahun 1920an oleh Dziga Vertov. Arti harfiahnya adalah Mata Kamera. Sesuai dengan namanya, Kinoki memusatkan kegiatannya dengan membuat filem memakai metode dokumenter, yaitu merekam...

Ideologi dan Fantasi (Slavoj Žižek #01)*
Kamis, 29 Juli 2010

PENDAHULUAN Bayangkan diri kita berada dalam situasi standar kecemburuan khas chauvinisme pria: tiba-tiba saja, saya mendapati pacar saya berhubungan seks dengan pria lain. Oke, tak masalah, saya seorang pria yang rasional, toleran, saya bisa...

Sergei Eisenstein, Notes of a Film Director
Selasa, 19 Mei 2009

Sergei Eisenstein selalu dianggap sebagai figur terpenting dalam sejarah sinema. Dia benar-benar seorang yang mampu beradaptasi. Sutradara mahakarya Battleship Potemkin dan Alexander Nevsky, Eisenstein juga menulis esai panduan seni filem dan...

Video: The New Wave
Kamis, 31 Desember 2009

Menelisik Genealogi Seni Video Dunia   Perkembangan seni video di Indonesia dalam sepuluh tahun terakhir sangat menggembirakan. Berbagai gelaran seni rupa telah memasukkan seni video sebagai bagian dari pameran seni kontemporer. Bahkan seni video...

Kenyataan Keseharian dalam Ladri di Biciclette
Kamis, 28 Agustus 2008

Pertanyaan-PertanyaanMalam ini adalah diam kesekian saya terhadap satu filem neorealisme Italia, Ladri di Biciclette (1948) yang dibuat oleh Vittorio de Sica dari naskah Cesare Zavattini. Saya tertegun dengan kepercayaan saya terhadap apa yang...

Ariani darmawan: Bioskop Independen sebagai Perlawanan
Selasa, 12 Agustus 2008

Bioskop independen hadir sebagai bentuk perlawanan dari bioskop-bioskop kebanyakan. Tapi apa sebenarnya yang dilawan? Mungkin saja tidak ada yang dilawan, sebab membicarakan perlawanan dalam filem-filem yang sering disebut independen di Indonesia...

Soal-soal Seni Pada Filem Disaat Ini
Kamis, 12 Juni 2008

(This article is only in Bahasa Indonesia) Dimuat di MINGGUAN SIASAT edisi Minggu-12 Nopember 1950, Minggu-19 Nopember 1950, Minggu-26 Nopember 1950, dan Minggu-3 Desember 19501927 adalah tahun yang sangat berarti bagi dunia filem. Tahun itu menutup...

Tentang Uraian Luar Layar
Sabtu, 29 Agustus 2009

Jurnal Footage akan menampilkan seri wawancara antara Eric Rohmer dan Barbert Schoeder mengenai Isu Filem dan Kisah-kisah Moral. Terjemahan wawancara dalam bahasa Indonesia ini akan dirangkai menjadi tiga bagian, yang diterbitkan berdasarkan isu....

Pamflet Sejarah Kita dalam Ruma Maida
Minggu, 08 November 2009

Ishak Pahing dalam perjalanannya di pesawat tertembak akibat berondongan peluru yang di muntahkan dari pesawat-pesawat tempur yang mengepung pesawat yang ia dan teman-temannya tumpangi dan akhirnya pun Ishak Pahing tertembak. Inilah pembuka filem...

Kekerasan dalam Filem: Sebuah Kritik pada Filem Kado Hari Jadi
Senin, 30 November 2009

Apa yang kita ketahui tentang kekerasan dalam kenyataan sehari-hari? Darah! Itulah bahasa yang paling gampang untuk memperlihatkan kekerasan dan kesadisan sebuah peristiwa. Ditambah dengan benda-benda yang berbau “darah” seperti pisau, obeng,...

In Memoriam: Alexis Tioseco (1981-2009)
Kamis, 03 September 2009

Dikompilasi oleh Jurnal Footage Kami tersentak mendengar kabar tentang pembunuhan tragis salah satu kritikus filem terbaik di Asia Tenggara, Alexis A. Tioseco. Dia begitu muda. Begitu penuh gairah. Bila sedang membincangkan filem, dia dapat dengan...

Rentjong Atjeh
Rabu, 22 Juli 2009

J.I.F SUPER SPECIAL PRODUCTION 1940"RENTJONG ATJEH"Serombongan bajak laut telah menyerang sebuah kapal layar, yang sedang berlayar di Selat Malaka. Dengan dikepalakan oleh Bintara (Bisoe), kawanan bajak itu telah merampas segala barang yang berharga...

Prima Rusdi: Satu Dekade Reformasi Bisa Percuma
Kamis, 12 Juni 2008

Untuk memperingati sepuluh tahun reformasi, Proyek Payung menggelar acara pemutaran sepuluh filem pendek dari sepuluh sutradara muda di Kineforum tanggal 12-20 Mei 2008. Sambutan penonton terbilang memuaskan. Apa dan kenapa Proyek Payung didirikan?...

Der Leztze Mann: Kemandirian Sinema Murnau
Kamis, 17 Desember 2009

Pada sebuah adegan, seorang doorman berada di depan pintu hotel mewah, dengan wajahnya yang berwibawa selalu siap melayani para tamu. Ia begitu ramah di tengah lalu lalang kesibukan para tamu hotel. Suatu ketika, dua orang perempuan keluar dari...

Katalog Massroom Project
Jumat, 03 Juli 2009

[issuu layout=http%3A%2F%2Fskin.issuu.com%2Fv%2Fcolor%2Flayout.xml backgroundcolor=282828 showflipbtn=true documentid=090703095047-b1cc3157af93475ea27d16c3a1c2e0ed docname=massroom-project-catalogue username=forumlenteng...

Imaji Setan Klasik dan Relasi Moderen Filem Haxan
Jumat, 10 Juli 2009

Wawancara dengan Bronnt Industries Kapital Geometer: Aku cuma dengar Haxan lewat musik filem kalian – filem luar biasa, dan begitu terkejut aku tidak pernah mengetahuinya. Bagaimana awalnya sampai kau tahu filem itu? Guy: Kali pertama kami...

Transmission Asia Pacific 2008
Kamis, 12 Juni 2008

Bumi perkemahan itu terasa sangat dingin. Setiap sore atau malam hari, hujan menderas tak henti-henti. Padahal akhir bulan Mei menjelang, bulan yang seharusnya sudah memasuki musim kemarau. Kadang, serombongan kelelawar pun beterbangan. Satu atau...

Dominasi Maskulin dalam Filem PPC
Selasa, 15 Juli 2008

Perempuan Punya Cerita. Sebuah Filem garapan empat sutradara perempuan muda Indonesia. Satu ulasan mengatakan bahwa filem ini lebih pantas berjudul "Perempuan Punya Derita” karena penderitaan tanpa-akhir yang dialami hampir semua tokoh perempuan...

“Good Morning, Mr. Orwell” dan Perlawanan Nam June Paik Terhadap Televisi
Sabtu, 06 Maret 2010

“Television has been attacking us all our lives, now we can attack it back”. - Nam June Paik (1932-2006)   Pada tahun 1948 penulis Inggris George Orwell menulis “1984”, sebuah novel dystopian tentang kondisi sebuah negara totalitarian...

Tabu: Representasi Masyarakat Pribumi Polinesia
Kamis, 31 Desember 2009

Matahi, seorang laki-laki pribumi di sebuah pulau Pasifik Selatan bernama Bora-bora, jatuh cinta kepada gadis pribumi bernama Reri. Suatu hari, Hitu, seorang pemuka suku yang diutus oleh pemimpin seluruh pulau, datang untuk membawa Reri sebagai...

Dengan Ringan Melihat Sejarah Seni Rupa Dunia pada Video 70 Million
Rabu, 10 Maret 2010

Ada banyak yang bisa dilakukan dalam melihat sejarah. Di Barat, interpretasi terhadap sejarah kebudayaannya terus berlaku hingga sekarang. Karena memang itulah hakekat sebuah kebudayaan yang selalu diinterpretasi ulang oleh generasi selanjutnya....

Antichrist: Teologi Visual Lars Von Trier
Rabu, 19 Mei 2010

Lars von Trier adalah sutradara filem menggairahkan yang terkadang memojokkan penontonnya sampai ke sudut memalukan. Ia juga seorang maestro teologi visual. Antichrist (2009) garapannya merupakan antitesis filem gempita tak bermutunya Mel Gibson,...

Melati van Agam: Produksi Paling Baru dari Tan's Film
Rabu, 03 Maret 2010

Pengantar   Filem Melati van Agam diadaptasi dari novel yang ditulis oleh Swan Pen yang bernama sebenarnya  Parada Harahap (1899-1959), salah satu tokoh pers nasional yang telah bekerja di Pewarta Deli, Benih Merdeka, Sinar Merdeka, Bintang...

Filem! Apa itu? Komunitas Filem.
Kamis, 01 April 2010

Suatu Hari Kita Hanya Akan Mengenang Seluloid
Selasa, 12 Agustus 2008

Filem apa yang paling kamu ingat? Fiksi dan dokumenter: filem. Sampai waktu dua tahun lalu ketika saya keluar kamar untuk menonton filem The Mirror, karya Jafar Panahi, saya merasa telah teringatkan pada kategori untuk jenis-jenis filem yang sekian...

Kronik_!

sejarah1
sejarah2
sejarah3
sejarah4
sejarah5
sejarah6
sejarah7
sejarah-filem-8

sejarah9
var02
var03
var04
var05
var06
var07
copyleft.2009.jurnalfootage.net