I S S N  1979 - 5009   KILAS:  
English

KAOS FOOTAGE
(Charlie Chaplin)

chaplin-front

RP 85.000 | US$ 10
Tanpa Biaya Kirim

PEMESANAN VIA EMAIL

banner-akumassa

Tokoh_!

alexis-tioseco
bronnt-industries-kapital
budi-darma
chaerul-umam
chris-marker
eric-rohmer
fritz-lang
jean-epstein
jim-henson
jonas-mekas
namjunepaik
nicolas-echevarria
rafael-rozendaal
toshio-matsumoto

KAOS FOOTAGE
(akumassa)

kaos-akumassa-front

RP 50.000
Tanpa Biaya Kirim

PEMESANAN VIA EMAIL

Disokong.Oleh_:

Jim Henson: Sutradara Filem Eksperimental, Bapak The Muppet Show dan Sesame Street PDF Cetak E-mail
Ditulis oleh Hafiz   
Selasa, 12 Januari 2010 17:23

(Temporarily available only in Bahasa Indonesia)

Beberapa waktu lalu saya membuka sebuah situs jejaring seni media baru (new media arts) www.rhizome.org. Saat melihat dan membuka situs ini saya berhenti sejenak di sebuah video yang di-upload oleh John Michael Boling yang berjudul Time Piece (1964) karya Jim Henson. Video berdurasi delapan menit ini merupakan salah satu karya filem ekperimental yang saya anggap sebagai video musik periode awal seperti yang kita kenal sekarang di industri musik. Saya cukup terkejut melihat video ini, karena Jim Henson yang dikenal oleh anak-anak seantero dunia sebagai pencipta The Muppet Show dan Sesame Street ini adalah seorang pembuat film eksperimental.

JimHenson

Filem Time Piece dibuka dengan seorang tokoh yang terbaring di sebuah ruang rawat inap rumah sakit. Kemudian datang seorang dokter untuk memerikasa jantungnya. Dari testoskopnya, sang dokter mendengar detak jantung sang pasien. Dari sini film memulai petualangannya dalam membedah konsep waktu. Filem ditampilkan penuh irama dengan bebunyian yang membentuk komposisi musik sendiri. Gambar berpindah dari detak jantung, mata, jam, dan bebetuk-bentuk abstrak yang dihadirkan sebagai jeda antara satu scene ke scene lainnya.

Tokoh utama filem ini kemudian dihadirkan dalam berbagai keadaan; ruang kota, interior kantor, transaksi ekonomi, seks, hutan, perang, dan kematian. Keadaan-keadaan yang dihadirkan Time Piece dapat dibaca sebagai sebuah representasi dari kritik atas kondisi sosial Amerika Serikat pada pertengahan tahun 1960an. Salah satu yang paling jelas adalah bagaimana Jim Henson menghadirkan keadaan peperangan dengan menggambarkan rudal yang meluncur bersandingan dengan meletusnya tutup botol champagne, obor api patung Liberty—yang kemudian diikuti oleh sang tokoh terbang dan tertembak. Sang tokoh berkata “Help.” Time Piece adalah sebuah kritik yang minim kata-kata. Jalinan peristiwa yang dialami oleh tokoh dalam filem ini selalu diakhiri oleh kata Help. Jim bermain dengan bahasa-bahasa visual yang sebenarnya telah sering dipakai oleh media televisi dan filem. Pada Time Piece ia juga memasukan beberapa footage dari filem dan program televisi.


Dark-Crystal-Mystic

labyrinth1-jim-henson

Ada beberapa karya Jim Henson yang dapat diakses di jaringan online antara lain Ripples (1967) The Cube (1969) yang merupakan karya kolaborasi dengan Jerry Juhl dan Limbo, The Organized Mind (1974). Selain itu, ia juga memproduksi beberapa filem fantasi seperti The Dark Crystal (1982)—filem ini dapat dilihat di jaringan sosial video online YouTube yang dipecah menjadi sepuluh bagian bagian video. Pada 1986, Jim Henson menyutradarai Labyrinth (1986) yang bekerjasama dengan George Lucas.

Dari beberapa filem yang sempat saya lihat, The Cube adalah yang paling menarik. Filem ini adalah filem dengan pencapaian artistik yang baik dan konten yang sangat filosofis dari Jim Henson. The Cube bercerita tentang realitas, konflik manusia terhadap presepsi teknologi, eksistensi, hubungan antar manusia, jiwa-jiwa yang sakit, kepentingan publik dan isu ras. Filem ini diproduksi atas kerjasama dengan jaringan televisi NBC dan ditayangkan pada 23 Februari 1969. The Cube mengukuhkan Jim Henson sebagai sutradara eskperimental yang mengelaborasi gaya artistik dengan isu situasi sosial kekinian.

Dari literatur yang sempat saya temukan, Jim Henson bukanlah seorang aktifis gerakan perubahan yang saat itu hidup dan menjadi tren bagi anak-anak muda di Amerika dan Eropa. Seniman boneka ini tidak turun ke jalan-jalan untuk berdemonstrasi. Ia adalah seorang outsider, lebih memilih memproduksi program untuk pendidikan di televisi. Obsesi filem dan seni, adalah bagian lain dari kehidupan Jim Henson yang menjadikannya sebagai satu diantara tokoh penting dalam gerakan film eksperimental di Amerika Serikat. Tidak banyak pengamat yang tahu bahwa tokoh pendiri The Muppet Show dan Sesame Street ini adalah seniman dan sutradara penting di zamannya.

Jim Henson adalah salah satu ikon kebudayaan Amerika selain Walt Disney, Chaplin, Griffit, dan Jonas Mekas seperti yang kita kenal selama ini. Ia dianggap sebagai salah seorang yang mengembangkan program-program pendidikan untuk anak-anak di televisi. Menurut Paul Wenglowsky (curator of education for the History Center), “Jim Henson adalah seorang jenius dan perpandangan ke depan. Henson mengajarkan kita tentang berfikir secara visual (visual thinking) melalui karya-karyanya seperi boneka, fotografi, program telvisi dan filem-filem ekperimentalnya.”

Jim Henson lahir di Greenville, Mississippi, pada 24 September 1936, putra kedua dari Paulus dan Betty Henson. Jim menghabiskan tahun-tahun awal di Leland, dimana ayahnya bertugas di Departemen Pertanian AS. Melalui dorongan neneknya, Jim muda mengembangkan minat dalam seni, televisi dan dunia komunikasi. Bersama saudaranya Paul Henson, Henson bersaudara mulai bereksperimen dalam dunia artistik. Pada tahun 1954—ketika masih di SMA—ia memulai karir televisi dalam pertunjukan boneka di daerah Washington, DC di WTOP-TV. Saat mahasiswa di University of Maryland, ia berkesempatan untuk membuat program televisi melalui pertunjukan boneka dua kali sehari untuk lima menit pertunjukan. Acara itu bernama Sam and Friends di saluran NBC lokal. Jim bermitrakan Jane Nebel yang dijumpainya di Universitas yang kemudian menjadi istrinya. Bersama Jane, Program Sam and Friends berkembang menjadi pertunjukan boneka yang menggabungkan musik, pendidikan dan berbagai penemuan trik dalam program televisi serta menghadirkan para tamu dalam acara ini. Melalui Sam and Friends Jim melahirkan boneka yang paling terkenal di dunia, yaitu Kermit.

Keberhasilan Sam and Friends, membawa program televisi ini ke acara-acara nasional. Dengan modal sukses besar ini, Jim dan Jane memutuskan untuk pindah ke New York dan menandatangani kontrak jangka panjang dengan Jerry Hull, Don Shalin dan Frank Oz dalam mengembangkan program televisi The Jimmy Dean Show (1963-1966). Pada akhir periode ini Jim bertemu dengan Joan Ganz Cooney—seorang produser TV publik –yang mengajak Jim untuk mengembangkan program boneka di televisi yaitu; Sesame Street. Pada periode ini Jim berhasil memunculkan beberapa karakter baru seperti; Ernie, Bert, Oscar the Grouch, Grover, Cookie Monster dan tentu salah satu tokoh paling terkenal Big Bird. Sebagai seniman dan sutradara filem eksperimental karena berhasil mengembangkan Sesame Street, Jim Henson banyak memproduksi filem-filem ekperimental dan animasi yang mengukuhkannya sebagai satu diantara tokoh dalam perkembangan sinema dunia.

MuppetShw

KermitInchworm

Tv_sam_and_friends-kermit

Pada tahun 1975, atas kerjasama dengan sebuah televisi di London, Inggris, Jim mulai mengembangkan The Muppet Show yang memunculkan beberapa karakter terkenal seperti Miss Piggy, Gonzo The Great, dan Rizzo the Rat. Sukses program ini juga diikuti oleh beberapa produksi film layar lebar seperti The Muppet Movie, The Great Muppet Caper, The Muppets Take Manhattan, The Muppet Christmas Carol, and Muppet Treasure Island.

Jim Henson juga mengembangkan proyek animasi yang cukup rumit dalam pertunjukan bonekanya. Ia mencetuskan Animatronic, sebuah proyek karakter boneka yang sangat rumit yang melahirkan The Jim Hensson Creature yang memproduksi karakter-karakter boneka secara mekanik. Proyek inilah yang juga mempengaruhi George Lucas dalam mengembangkan film Star Wars yang terkenal itu. Jim memperoleh empat Emmy Award dari berbagai program televisi yang ia produksi.

jim-henson

Jim Henson meninggal pada 16 May 1990 di New York setelah mengalami sakit berkepanjangan. Saat ini hasil kerjanya dikelola oleh sebuah perusahaan yang bernama The Jim Henson Company dan Sesame Workshop, The Muppets Holding Company, dan The Jim Henson Foundation.



















 

Hits
Comments
Add New Search
hafiz   |125.161.128.xxx |2010-01-30 12:21:24
Proyek Jalan Sesama yang saya tahu adalah program UNESCO bersama salah satu TV Swasta dan Saseme Street Foundation. Jadi, itu memang buatan Sasseme Street yang diadaptasikan ke Indonesia. Kalau sekarang tidak tayang lagi, mungkin tidak terlalu laku karena TV lebih suka pada tayangan yang bisa "menjual" seperti infotaiment.
bayu   |125.163.104.xxx |2010-01-30 10:19:28
saya baru tahu; film yang sering saya tonton sewaktu kanak-kanak, ternyata merupakan hasil seorang yang secerdas itu.

Lalu bagaimana dengan 'masa depan' tayangan salah satu TV Swasta Indonesia yang berjudul; "JALAN SESAMA"? [yang menyerupai Sesame Street].

Terima Kasih
Write comment
Name:
Email:
 
Title:
Please input the anti-spam code that you can read in the image.

3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."

Terakhir Diperbaharui: Selasa, 12 Januari 2010 19:47
 
poposby

KAOS FOOTAGE
(Footage)

footagetext-front

RP 85.000 | US$ 10
Tanpa Biaya Kirim

PEMESANAN VIA EMAIL

Kuotasi.Hari.Ini_:

 

"Jika bicara filem adalah soal seni, ucapan harus memainkan peran dalam keselarasan dengan tokohnya sebagai tanda dan tidak muncul hanya sebagai unsur suara, yang, meski istimewa sebagai perbandingan dengan yang lain, merupakan kepentingan kedua dibandingkan dengan unsur visual."

[Éric Rohmer]

ok video Rio sadja akumassa jurnal footage fan page tweet us

Statistik_!

Anggota : 179
Konten : 138
Jumlah Kunjungan Konten : 81204

Artikel.Lain_!

Arsip Kebudayaan Jonas Mekas

Kamis, 23 Juli 2009

“Di Lithuania, aku dikenal sebagai penyair, dan mereka tidak peduli tentang filem-filemku. Di Eropa, mereka tidak tahu tentang sajak-sajakku; di... Selanjutnya...

Dengan Ringan Melihat Sejarah Seni Rupa Dunia pada Video 70 Million

Rabu, 10 Maret 2010

Ada banyak yang bisa dilakukan dalam melihat sejarah. Di Barat, interpretasi terhadap sejarah kebudayaannya terus berlaku hingga sekarang. Karena... Selanjutnya...

Teater yang Difilemkan

Rabu, 09 September 2009

Jurnal Footage kembali menampilkan seri wawancara antara Eric Rohmer dan Barbert Schoeder mengenai Isu Filem dan Kisah-kisah Moral. Ini adalah bagian... Selanjutnya...

Toshio Matsumoto (1932-)

Rabu, 12 Agustus 2009

(Artikel berbahasa Inggris klik di sini) Matsumoto Toshio adalah lulusan Universitas Tokyo, 1955. Ia perintis dokumenter avant-garde, filem... Selanjutnya...

Sinema Digital dan DVD

Senin, 28 September 2009

Jurnal Footage menampilkan seri wawancara antara Eric Rohmer dan Barbert Schoeder mengenai Isu Filem dan Kisah-kisah Moral. Ini adalah bagian... Selanjutnya...

Menyibak Rahasia Video

Selasa, 12 Januari 2010

Pengantar (Buku Digital: "Menyibak Rahasia" Video) [ ] Di dunia sekarang ini hidup kita dikelilingi oleh video. [ ] Jika dalam kehidupan kita... Selanjutnya...

Oberhausen ke-54: tua tapi aktual

Kamis, 12 Juni 2008

Para buruh seluruh dunia turun ke jalan di hari May Day, merayakan Hari Buruh Internasional yang jatuh di tanggal 1 Mei. Mereka menyuarakan... Selanjutnya...

Ariani darmawan: Bioskop Independen sebagai Perlawanan

Selasa, 12 Agustus 2008

Bioskop independen hadir sebagai bentuk perlawanan dari bioskop-bioskop kebanyakan. Tapi apa sebenarnya yang dilawan? Mungkin saja tidak ada yang... Selanjutnya...

Mengenal Biang Sinema Avant-garde

Rabu, 18 November 2009

Jean Epstein (1897-1953) Jean Epstein adalah salah satu sutradara penting era filem bisu dalam Sinema Prancis, yang juga dikenang sebagai teoritisi... Selanjutnya...

Tarzan ke Kota dengan Cacat Logika Bawaan

Rabu, 17 Desember 2008

Filem berjudul Tarzan ke Kota dicap sebagai ulang-buat filem Tarzan Kota yang dibintangi aktor legendaris Indonesia, Benyamin Sueb dan disutradarai... Selanjutnya...

Love is Colder Than Death: Siasat Estetika Menghadapi Dominasi Sinema Hollywood

Minggu, 01 November 2009

Tanpa disangka Bruno mati, setelah peristiwa tembak menembak antara dia dengan pihak polisi. Adegan tembak menembak hampir tidak ada kehancuran,... Selanjutnya...

Éric Rohmer (4 April 1920 – 11 Januari 2010)

Rabu, 20 Januari 2010

Pada tanggal 11 januari 2010, dunia sinema telah kehilangan seorang sutradara, yang karya-karyanya cukup memiliki siginifikansi terhadap sejarah... Selanjutnya...

Kekerasan dalam Filem: Sebuah Kritik pada Filem Kado Hari Jadi

Senin, 30 November 2009

Apa yang kita ketahui tentang kekerasan dalam kenyataan sehari-hari? Darah! Itulah bahasa yang paling gampang untuk memperlihatkan kekerasan dan... Selanjutnya...

WALL-E: Mengembalikan Sisi Primordial Manusia

Senin, 08 Juni 2009

Ketika menyaksikan manusia-manusia dalam filem Wall-E produksi Pixar/Disney ini, saya langsung teringat suatu hari di kelas antropologi semasa kuliah... Selanjutnya...

Revolusi Mengalun Bagai Refrain Sebuah Lagu*

Kamis, 03 September 2009

*(atau kerap disebut juga dengan): Di Tengah Serba-Ketergantungan, Lahirlah Sinema Baru Filipina   Istilah independen pernah berarti sesuatu dalam... Selanjutnya...

Kronik_!

sejarah1
sejarah2
sejarah3
sejarah4
sejarah5
sejarah6
sejarah7
var01
var02
var03
var04
var05
var06
var07
copyleft.2009.jurnalfootage.net