I S S N  1979 - 5009   KILAS:  
English

Unduh.Torrent_!

  • Germany Anno Zero | 1948 | 78 menit | BW | Roberto Rosselini
  • La Strada | 1954 | 104 menit | BW | Federico Fellini
  • La Terra Trema | 1948 | 160 menit | BW | Luchino Visconti
  • Ladri di Biciclette | 1948 | 93 menit | BW | Vittorio de Sica

Torrent.Softwares_!

Torrent Client adalah sebuah aplikasi atau software yang memiliki kemampuan untuk merequest, mengunduh atau proses sharing lewat protokol BitTorrent. Contohnya adalah uTorrent, Azureus (Vuze), Transmission, BitTorrent ataupun BitComet. Setelah mengunduh berkas torrent di atas, gunakan torrent client sebagai media transfer antar file-nya. Di bawah ini adalah tautan untuk mendapatkan aplikasi tersebut.

software-bittorrent
software-transmission
software-utorrent
software-vuze

Klik di sini untuk info lanjut

Tokoh_!

abduh-aziz
alexis-tioseco
bronnt-industries-kapital
budi-darma
chaerul-umam
chris-marker
eric-rohmer
fritz-lang
garnet-hertz
ingmar-bergman
intan-paramadhita
jean-epstein
jim-henson
jonas-mekas
jussi-parikka
komunitas-filem
von-trier
namjunepaik
nia-dinata
nicolas-echevarria
rafael-rozendaal
riri-riza
toshio-matsumoto

Jim Henson: Sutradara Filem Eksperimental, Bapak The Muppet Show dan Sesame Street PDF Cetak E-mail
Ditulis oleh Hafiz   
Selasa, 12 Januari 2010 17:23

(Temporarily available only in Bahasa Indonesia)

Beberapa waktu lalu saya membuka sebuah situs jejaring seni media baru (new media arts) www.rhizome.org. Saat melihat dan membuka situs ini saya berhenti sejenak di sebuah video yang di-upload oleh John Michael Boling yang berjudul Time Piece (1964) karya Jim Henson. Video berdurasi delapan menit ini merupakan salah satu karya filem ekperimental yang saya anggap sebagai video musik periode awal seperti yang kita kenal sekarang di industri musik. Saya cukup terkejut melihat video ini, karena Jim Henson yang dikenal oleh anak-anak seantero dunia sebagai pencipta The Muppet Show dan Sesame Street ini adalah seorang pembuat film eksperimental.

JimHenson

Filem Time Piece dibuka dengan seorang tokoh yang terbaring di sebuah ruang rawat inap rumah sakit. Kemudian datang seorang dokter untuk memerikasa jantungnya. Dari testoskopnya, sang dokter mendengar detak jantung sang pasien. Dari sini film memulai petualangannya dalam membedah konsep waktu. Filem ditampilkan penuh irama dengan bebunyian yang membentuk komposisi musik sendiri. Gambar berpindah dari detak jantung, mata, jam, dan bebetuk-bentuk abstrak yang dihadirkan sebagai jeda antara satu scene ke scene lainnya.

Tokoh utama filem ini kemudian dihadirkan dalam berbagai keadaan; ruang kota, interior kantor, transaksi ekonomi, seks, hutan, perang, dan kematian. Keadaan-keadaan yang dihadirkan Time Piece dapat dibaca sebagai sebuah representasi dari kritik atas kondisi sosial Amerika Serikat pada pertengahan tahun 1960an. Salah satu yang paling jelas adalah bagaimana Jim Henson menghadirkan keadaan peperangan dengan menggambarkan rudal yang meluncur bersandingan dengan meletusnya tutup botol champagne, obor api patung Liberty—yang kemudian diikuti oleh sang tokoh terbang dan tertembak. Sang tokoh berkata “Help.” Time Piece adalah sebuah kritik yang minim kata-kata. Jalinan peristiwa yang dialami oleh tokoh dalam filem ini selalu diakhiri oleh kata Help. Jim bermain dengan bahasa-bahasa visual yang sebenarnya telah sering dipakai oleh media televisi dan filem. Pada Time Piece ia juga memasukan beberapa footage dari filem dan program televisi.


Dark-Crystal-Mystic

labyrinth1-jim-henson

Ada beberapa karya Jim Henson yang dapat diakses di jaringan online antara lain Ripples (1967) The Cube (1969) yang merupakan karya kolaborasi dengan Jerry Juhl dan Limbo, The Organized Mind (1974). Selain itu, ia juga memproduksi beberapa filem fantasi seperti The Dark Crystal (1982)—filem ini dapat dilihat di jaringan sosial video online YouTube yang dipecah menjadi sepuluh bagian bagian video. Pada 1986, Jim Henson menyutradarai Labyrinth (1986) yang bekerjasama dengan George Lucas.

Dari beberapa filem yang sempat saya lihat, The Cube adalah yang paling menarik. Filem ini adalah filem dengan pencapaian artistik yang baik dan konten yang sangat filosofis dari Jim Henson. The Cube bercerita tentang realitas, konflik manusia terhadap presepsi teknologi, eksistensi, hubungan antar manusia, jiwa-jiwa yang sakit, kepentingan publik dan isu ras. Filem ini diproduksi atas kerjasama dengan jaringan televisi NBC dan ditayangkan pada 23 Februari 1969. The Cube mengukuhkan Jim Henson sebagai sutradara eskperimental yang mengelaborasi gaya artistik dengan isu situasi sosial kekinian.

Dari literatur yang sempat saya temukan, Jim Henson bukanlah seorang aktifis gerakan perubahan yang saat itu hidup dan menjadi tren bagi anak-anak muda di Amerika dan Eropa. Seniman boneka ini tidak turun ke jalan-jalan untuk berdemonstrasi. Ia adalah seorang outsider, lebih memilih memproduksi program untuk pendidikan di televisi. Obsesi filem dan seni, adalah bagian lain dari kehidupan Jim Henson yang menjadikannya sebagai satu diantara tokoh penting dalam gerakan film eksperimental di Amerika Serikat. Tidak banyak pengamat yang tahu bahwa tokoh pendiri The Muppet Show dan Sesame Street ini adalah seniman dan sutradara penting di zamannya.

Jim Henson adalah salah satu ikon kebudayaan Amerika selain Walt Disney, Chaplin, Griffit, dan Jonas Mekas seperti yang kita kenal selama ini. Ia dianggap sebagai salah seorang yang mengembangkan program-program pendidikan untuk anak-anak di televisi. Menurut Paul Wenglowsky (curator of education for the History Center), “Jim Henson adalah seorang jenius dan perpandangan ke depan. Henson mengajarkan kita tentang berfikir secara visual (visual thinking) melalui karya-karyanya seperi boneka, fotografi, program telvisi dan filem-filem ekperimentalnya.”

Jim Henson lahir di Greenville, Mississippi, pada 24 September 1936, putra kedua dari Paulus dan Betty Henson. Jim menghabiskan tahun-tahun awal di Leland, dimana ayahnya bertugas di Departemen Pertanian AS. Melalui dorongan neneknya, Jim muda mengembangkan minat dalam seni, televisi dan dunia komunikasi. Bersama saudaranya Paul Henson, Henson bersaudara mulai bereksperimen dalam dunia artistik. Pada tahun 1954—ketika masih di SMA—ia memulai karir televisi dalam pertunjukan boneka di daerah Washington, DC di WTOP-TV. Saat mahasiswa di University of Maryland, ia berkesempatan untuk membuat program televisi melalui pertunjukan boneka dua kali sehari untuk lima menit pertunjukan. Acara itu bernama Sam and Friends di saluran NBC lokal. Jim bermitrakan Jane Nebel yang dijumpainya di Universitas yang kemudian menjadi istrinya. Bersama Jane, Program Sam and Friends berkembang menjadi pertunjukan boneka yang menggabungkan musik, pendidikan dan berbagai penemuan trik dalam program televisi serta menghadirkan para tamu dalam acara ini. Melalui Sam and Friends Jim melahirkan boneka yang paling terkenal di dunia, yaitu Kermit.

Keberhasilan Sam and Friends, membawa program televisi ini ke acara-acara nasional. Dengan modal sukses besar ini, Jim dan Jane memutuskan untuk pindah ke New York dan menandatangani kontrak jangka panjang dengan Jerry Hull, Don Shalin dan Frank Oz dalam mengembangkan program televisi The Jimmy Dean Show (1963-1966). Pada akhir periode ini Jim bertemu dengan Joan Ganz Cooney—seorang produser TV publik –yang mengajak Jim untuk mengembangkan program boneka di televisi yaitu; Sesame Street. Pada periode ini Jim berhasil memunculkan beberapa karakter baru seperti; Ernie, Bert, Oscar the Grouch, Grover, Cookie Monster dan tentu salah satu tokoh paling terkenal Big Bird. Sebagai seniman dan sutradara filem eksperimental karena berhasil mengembangkan Sesame Street, Jim Henson banyak memproduksi filem-filem ekperimental dan animasi yang mengukuhkannya sebagai satu diantara tokoh dalam perkembangan sinema dunia.

MuppetShw

KermitInchworm

Tv_sam_and_friends-kermit

Pada tahun 1975, atas kerjasama dengan sebuah televisi di London, Inggris, Jim mulai mengembangkan The Muppet Show yang memunculkan beberapa karakter terkenal seperti Miss Piggy, Gonzo The Great, dan Rizzo the Rat. Sukses program ini juga diikuti oleh beberapa produksi film layar lebar seperti The Muppet Movie, The Great Muppet Caper, The Muppets Take Manhattan, The Muppet Christmas Carol, and Muppet Treasure Island.

Jim Henson juga mengembangkan proyek animasi yang cukup rumit dalam pertunjukan bonekanya. Ia mencetuskan Animatronic, sebuah proyek karakter boneka yang sangat rumit yang melahirkan The Jim Hensson Creature yang memproduksi karakter-karakter boneka secara mekanik. Proyek inilah yang juga mempengaruhi George Lucas dalam mengembangkan film Star Wars yang terkenal itu. Jim memperoleh empat Emmy Award dari berbagai program televisi yang ia produksi.

jim-henson

Jim Henson meninggal pada 16 May 1990 di New York setelah mengalami sakit berkepanjangan. Saat ini hasil kerjanya dikelola oleh sebuah perusahaan yang bernama The Jim Henson Company dan Sesame Workshop, The Muppets Holding Company, dan The Jim Henson Foundation.



















 

Hits
Comments
Add New Search
hafiz   |125.161.128.xxx |2010-01-30 12:21:24
Proyek Jalan Sesama yang saya tahu adalah program UNESCO bersama salah satu TV Swasta dan Saseme Street Foundation. Jadi, itu memang buatan Sasseme Street yang diadaptasikan ke Indonesia. Kalau sekarang tidak tayang lagi, mungkin tidak terlalu laku karena TV lebih suka pada tayangan yang bisa "menjual" seperti infotaiment.
bayu   |125.163.104.xxx |2010-01-30 10:19:28
saya baru tahu; film yang sering saya tonton sewaktu kanak-kanak, ternyata merupakan hasil seorang yang secerdas itu.

Lalu bagaimana dengan 'masa depan' tayangan salah satu TV Swasta Indonesia yang berjudul; "JALAN SESAMA"? [yang menyerupai Sesame Street].

Terima Kasih
Write comment
Name:
Email:
 
Title:

3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."

Terakhir Diperbaharui: Selasa, 12 Januari 2010 19:47
 

Musikvideo-poster

lossofthereal-fotoage

Kuotasi.Hari.Ini_:

"Sering kali, footage yang Anda ambil mengembangkan dinamikanya sendiri, gerak hidupnya sendiri, yang sama sekali tak terduga sehingga menjadi berbeda dari intensi awal pembuatan."

[Werner Herzog]

Statistik_!

Anggota : 420
Konten : 145
Jumlah Kunjungan Konten : 136885

Artikel.Lain_!

Transmission Asia Pacific 2008
Kamis, 12 Juni 2008

Bumi perkemahan itu terasa sangat dingin. Setiap sore atau malam hari, hujan menderas tak henti-henti. Padahal akhir bulan Mei menjelang, bulan yang seharusnya sudah memasuki musim kemarau. Kadang, serombongan kelelawar pun beterbangan. Satu atau...

Arsip Kebudayaan Jonas Mekas
Kamis, 23 Juli 2009

“Di Lithuania, aku dikenal sebagai penyair, dan mereka tidak peduli tentang filem-filemku. Di Eropa, mereka tidak tahu tentang sajak-sajakku; di Eropa, aku adalah seorang sutradara filem. Tetapi di sini, Amerika Serikat, aku hanya menjadi seorang...

Tarzan ke Kota dengan Cacat Logika Bawaan
Rabu, 17 Desember 2008

Filem berjudul Tarzan ke Kota dicap sebagai ulang-buat filem Tarzan Kota yang dibintangi aktor legendaris Indonesia, Benyamin Sueb dan disutradarai oleh L. Sudjio. Meski terdengar sama, Tarzan ke Kota merupakan filem yang dipertontonkan pertama kali...

Toshio Matsumoto (1932-)
Rabu, 12 Agustus 2009

Under The Tree: Gagalnya Garin Dalam Menolak Monisme Moderenitas
Senin, 28 Desember 2009

Gelaran Jakarta International Film Festival (Jiffest) 2009 tahun ini disemarakkan oleh seksi Indonesian Feature Film Competition (IFFC) yang memperlihatkan kelayakan kualitas filem nasional di tingkat internasional. Dalam IFFC ini diseleksi...

Part-Time Work of a Domestic Slave: Reposisi Sinema dan Penonton dalam Pembentukan Diskursus Baru
Jumat, 24 Juli 2009

Part-Time Work of a Domestic Slave (Gelegenheitsarbeit einer Sklavin, 1973) bercerita tentang Roswitha Bronski yang bekerja menghidupi keluarga, sementara sang suami, Franz Bronski, disibukkan oleh studi kimia untuk memenuhi ambisinya menjadi...

Oberhausen ke-54: tua tapi aktual
Kamis, 12 Juni 2008

Para buruh seluruh dunia turun ke jalan di hari May Day, merayakan Hari Buruh Internasional yang jatuh di tanggal 1 Mei. Mereka menyuarakan hak-haknya kepada penguasa. Seluruh pemerintahan waspada dan menaikkan tingkat keamanan. Bahkan di Indonesia,...

House of Cards: Dari Kino Eye Ke Kino Brush
Selasa, 26 Januari 2010

Apa yang menarik dari sebuah videoklip? Seperti yang kita kenal selama ini, industri hiburan (musik) selalu menempatkan videoklip sebagai pelengkap untuk mempresentasikan penyanyi/grup musik yang mereka jual. MTV telah meraup keuntungan besar dari...

Film Nyai Siti Atau De Stem Des Bloeds (Suaranya Darah)
Jumat, 12 Juni 2009

(tersedia hanya dalam Bahasa Indonesia) Film Nyai Siti Atau De Stem Des Bloeds (Suaranya Darah)1Keluaran The Cosmes Film Corporation di BandungPanorama2, No. 175, 10 Juni 1930, Tahun ke 4Pada malam Minggu tanggal 22 Maret telah kita saksikan film...

Mengenal Biang Sinema Avant-garde
Rabu, 18 November 2009

Jean Epstein (1897-1953) Jean Epstein adalah salah satu sutradara penting era filem bisu dalam Sinema Prancis, yang juga dikenang sebagai teoritisi sinema, seperti tulisannya Ecrits sur le cinema yang menguji dampak filosofis dalam filem....

Orkestrasi Filem Bisu di Gedung Kesenian Jakarta
Kamis, 12 Juni 2008

Awalnya, filem bisu hanya diiringi oleh pemain piano tunggal sebagai pengisi suara. Kemudian, dalam perkembangannya, filem bisu diiringi oleh musik orkestra. Gubahan-gubahan orkestra terbaru pun dipertunjukkan.Rabu lalu, 14 Mei 2008, sebuah ensembel...

Filem! Apa itu? Komunitas Filem.
Kamis, 01 April 2010

Kenyataan Keseharian dalam Ladri di Biciclette
Kamis, 28 Agustus 2008

Pertanyaan-PertanyaanMalam ini adalah diam kesekian saya terhadap satu filem neorealisme Italia, Ladri di Biciclette (1948) yang dibuat oleh Vittorio de Sica dari naskah Cesare Zavattini. Saya tertegun dengan kepercayaan saya terhadap apa yang...

Alex Sihar: Tantangan Membuat Bahasa Video Untuk Lebih Dikenal
Minggu, 23 Agustus 2009

Tahun 2009 ini, Yayasan Konfiden, sebuah yayasan yang bergerak di bidang pengembangan, penyebarluasan pengetahuan dan pemanfaatan media audio visual bagi kepentingan pemberdayaan, peningkatan apresiasi dan dukungan atas inisiatif masyarakat kembali...

Tabu: Representasi Masyarakat Pribumi Polinesia
Kamis, 31 Desember 2009

Matahi, seorang laki-laki pribumi di sebuah pulau Pasifik Selatan bernama Bora-bora, jatuh cinta kepada gadis pribumi bernama Reri. Suatu hari, Hitu, seorang pemuka suku yang diutus oleh pemimpin seluruh pulau, datang untuk membawa Reri sebagai...

Sejarah Seni Sebagai Seni (9): Pelajaran Rusia
Rabu, 28 Juli 2010

Aneka No. 21 THN VI, 20 september 1955   (Artikel ini hanya dalam Bahasa Indonesia) Tahun 1927 pertama kali dipertunjukkan filem-filem Rusia di Eropa. Filem-filem seperti The Battleship Potemkin (1925) buatan Sergei Eisenstein, Mother (Ibunda,...

Ambivalensi Sikap Chaerul Umam
Rabu, 10 Maret 2010

Filem Si Tjonat: Keluaran Pertama dari Jakarta Motion Picture Company
Senin, 01 September 2008

(This article is only available in Bahasa Indonesia) Ketika di tahun 1903, suratkabar Perniagaan [Kabar Perniagaan, 1903-1930], yang dahulu diterbitkan sebagai suratkabar khusus iklan, pimpinan F. D. J. Pangemanann— pada masa itu berisi...

Melati van Agam: Produksi Paling Baru dari Tan's Film
Rabu, 03 Maret 2010

Pengantar   Filem Melati van Agam diadaptasi dari novel yang ditulis oleh Swan Pen yang bernama sebenarnya  Parada Harahap (1899-1959), salah satu tokoh pers nasional yang telah bekerja di Pewarta Deli, Benih Merdeka, Sinar Merdeka, Bintang...

ScreenDocs! di Goethe Institut Jakarta
Senin, 13 Juli 2009

Selasa, 7 Juli 2009 program screenDocs! Regular kembali diputar di Goethe Institut, Jakarta. Program ini diselenggarakan oleh In-Docs, sebuah organisasi di bawah Yayasan Masyarakat Mandiri Film Indonesia. Sebelumnya, program screenDocs! diputar...

Video Mashup: Budaya Gubah-ulang
Kamis, 28 Januari 2010

Beberapa saat lalu, saya ditunjukkan video di situs Youtube. Sebuah video musik berjudul Metallica Tribute to Rhoma Irama. Hal yang mustahil untuk diharapkan, tapi semua berubah ketika melihat video ini. Berangkat dari situs Youtube, video konser...

Maulana 'Adel' Pasha: Di Masa Depan Video Akan Menggantikan Filem
Rabu, 11 Juni 2008

Persebaran video di dunia umumnya dan di Indonesia khususnya sangat pesat. Menurut sebuah penelitian, satu dari sepuluh orang Indonesia menggunakan video untuk berbagai kepentingan. Perkembangan teknologi telepon genggam berkamera semakin memudahkan...

Jalan Tak Ada Ujung: Transaksi Kesepakatan Tanda
Senin, 24 November 2008

“Ada patokannya ga?”Empat kali pertanyaan ini diutarakan oleh si penelepon dalam video Jalan Tak Ada Ujung karya Maulana Adel Pasha. Pertanyaan yang begitu penting bagi si penelepon untuk menemukan rumah ‘itu’. Transaksi tanda pun terjadi....

Komedi: Melepaskan Diri dari Kecemasan Sosial-Politik
Senin, 03 Agustus 2009

Pembukaan Ok.Video—4th Jakarta International Video Festival 2009 yang berlangsung di Galeri Nasional Indonesia, pada 28 Juli 2009, dipadati pengunjung. Malam itu, Hafiz, Direktur Festival, bersama-sama dengan Tubagus “Andre” Sukmana (Direktur...

Aminuddin TH Siregar: Kita Lebih Maju Ketimbang Negara Lain di Kawasan Asia Tenggara
Senin, 03 Agustus 2009

Kenapa mengambil tema komedi dalam penyelenggaraan OK. Video ke-4? Ada keyakinan bahwa memang  tema komedi zaman sekarang cocok dikeluarkan karena berkorelasi dengan kondisi sosial-politik yang sedang berlangsung di negara kita. Ada semacam upaya...

Sejarah Filem Sebagai Seni (6): Mata yang Dapat Mendengar
Sabtu, 19 Desember 2009

ANEKA, No. 17 Tahun VI 10 Agustus 1955 (VI) Sutradara Fritz Lang yang termasyhur. Filemnya, Die Nibelungen: Kriemhelds Rache, disebut orang sebagai filem jenius dan citra pictural-nya dianggap sebagai mahakarya yang mempertanyakan ulang hakikat seni...

Teater yang Difilemkan
Rabu, 09 September 2009

Jurnal Footage kembali menampilkan seri wawancara antara Eric Rohmer dan Barbert Schoeder mengenai Isu Filem dan Kisah-kisah Moral. Ini adalah bagian kedua dari seri wawancara Eric Rohmer dan Barbert Schoeder. Filem berikut kita ialah My Night at...

In Memoriam: Alexis Tioseco (1981-2009)
Kamis, 03 September 2009

Dikompilasi oleh Jurnal Footage Kami tersentak mendengar kabar tentang pembunuhan tragis salah satu kritikus filem terbaik di Asia Tenggara, Alexis A. Tioseco. Dia begitu muda. Begitu penuh gairah. Bila sedang membincangkan filem, dia dapat dengan...

Maklumat Filem Bersuara
Senin, 24 November 2008

(This article is a translation and not available in English)Mimpi akan filem bersuara sudah nyata. Dengan ditemukannya teknik filem bersuara, Amerika sudah lebih mendahului dengan mementingkan dan mempercepat pemanfaatannya. Dengan tujuan sama pula,...

Kronik_!

sejarah1
sejarah2
sejarah3
sejarah4
sejarah5
sejarah6
sejarah7
sejarah-filem-8

sejarah9
var02
var03
var04
var05
var06
var07
copyleft.2009.jurnalfootage.net